UBP KARAWANGUBP KARAWANG

Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu FarmasiPharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi

Malaria masih menjadi ancaman kesehatan global yang serius, dengan 249 juta kasus dan 608.000 kematian tercatat pada tahun 2022. Resistensi Plasmodium terhadap klorokuin menjadi tantangan utama yang mendorong perlunya strategi terapi baru berbasis kombinasi obat. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antimalaria kombinasi klorokuin dan asam ursolat terhadap Plasmodium berghei ANKA pada mencit jantan Swiss Webster secara in vivo menggunakan metode Peters supresif 4 hari. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), klorokuin 20 mg/kg BB, asam ursolat 50 mg/kg BB, serta tiga kelompok kombinasi dengan rasio dosis berbeda. Parameter yang diamati meliputi persen parasitemia, persen pertumbuhan, dan persen hambatan parasit. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi klorokuin 15 mg/kg BB dan asam ursolat 12,5 mg/kg BB menghasilkan hambatan pertumbuhan parasit sebesar 100%, setara dengan monoterapi klorokuin 20 mg/kg BB. Kombinasi lainnya juga menunjukkan hambatan yang sangat tinggi (96,15–98,49%). Temuan ini mengindikasikan bahwa asam ursolat berpotensi sebagai agen komplementer yang memungkinkan pengurangan dosis klorokuin tanpa mengurangin efektivitas terapi.

Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa kombinasi klorokuin dan asam ursolat menunjukkan aktivitas antimalaria sinergis yang signifikan terhadap Plasmodium berghei ANKA, dengan formula terbaik (klorokuin 15 mg/kg BB dan asam ursolat 12,5 mg/kg BB) mampu mencapai 100% hambatan pertumbuhan parasit.Keberhasilan mencapai efektivitas maksimal dengan dosis klorokuin 25% lebih rendah dibandingkan monoterapi membuktikan potensi asam ursolat sebagai agen komplementer yang menjanjikan.Sebagai langkah lanjut, diperlukan analisis kuantitatif menggunakan metode Combination Index Chou-Talalay, uji efikasi pada strain resisten klorokuin serta P.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana kombinasi klorokuin dan asam ursolat berinteraksi pada tingkat molekuler untuk mengatasi resistensi klorokuin, misalnya dengan menguji pada strain Plasmodium falciparum yang resisten dan menganalisis ekspresi gen resistensi pfcrt dan pfmdr1. Selain itu, profil farmakokinetik dan farmakodinamik kombinasi ini perlu dievaluasi lebih mendalam pada model hewan untuk memahami bagaimana penyerapan, distribusi, metabolisme, dan eliminasi kedua senyawa saling memengaruhi, demi menentukan dosis optimal dan rejimen pengobatan yang aman serta meminimalkan potensi efek samping. Penting juga untuk mengeksplorasi efikasi kombinasi ini terhadap spesies Plasmodium lain yang menginfeksi manusia, seperti Plasmodium vivax, serta pada tahapan siklus hidup parasit di luar stadium darah aseksual. Pengembangan formulasi obat yang inovatif, seperti sistem penghantaran nano atau tablet lepas terkontrol, juga bisa diinvestigasi untuk mengoptimalkan bioavailabilitas dan stabilitas kombinasi klorokuin-asam ursolat, yang pada akhirnya akan meningkatkan efikasi dan kenyamanan pasien dalam terapi malaria. Ini akan membuka jalan bagi pengembangan strategi antimalaria baru yang lebih ampuh dan berkelanjutan di masa depan.

  1. The Effects of Transdermally Delivered Oleanolic Acid on Malaria Parasites and Blood Glucose Homeostasis... doi.org/10.1371/journal.pone.0167132The Effects of Transdermally Delivered Oleanolic Acid on Malaria Parasites and Blood Glucose Homeostasis doi 10 1371 journal pone 0167132
  2.  . 0 mdpi.com/1420-3049/24/15/2751A 0 mdpi 1420 3049 24 15 2751
  3. Antimalarial potential of Gymnema inodorum leaf extract and dihydroartemisinin combination against Plasmodium... doi.org/10.21203/rs.3.rs-1520692/v2Antimalarial potential of Gymnema inodorum leaf extract and dihydroartemisinin combination against Plasmodium doi 10 21203 rs 3 rs 1520692 v2
Read online
File size361.34 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test