JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Beberapa wanita mengalami menopause pada usia kurang dari 40 tahun, yang disebut menopause dini. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah usia menarche, paritas, dan penggunaan kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian menopause dini di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 195 wanita. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi logistik dengan bantuan SPSS for Windows 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ρ-value untuk faktor usia menarche 0,002 < 0,05, faktor paritas ibu 0,043 < 0,05, faktor kontrasepsi 0,021 < 0,05, maka Ha diterima, yang menunjukkan adanya pengaruh usia menarche, paritas ibu, dan kontrasepsi terhadap kejadian menopause dini di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Wanita yang mengalami menarche lebih cepat dan memiliki paritas ibu yang lebih tinggi memiliki kadar Anti Mullerian Hormone (AMH) yang lebih rendah, dan penggunaan kontrasepsi non-hormonal oleh ibu menyebabkan penurunan sel telur sehingga menopause terjadi lebih cepat. Saran dari hasil penelitian ini, diharapkan wanita yang mengalami menopause dini dapat mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi, yaitu usia menarche, paritas ibu, dan kontrasepsi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat kecenderungan pengaruh antara usia menarche, paritas ibu, dan penggunaan kontrasepsi terhadap kejadian menopause dini.Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value signifikan untuk ketiga faktor tersebut.Oleh karena itu, usia menarche, paritas ibu, dan penggunaan kontrasepsi merupakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memahami kejadian menopause dini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian menopause dini, seperti faktor genetik, gaya hidup, dan paparan lingkungan. Kedua, studi longitudinal diperlukan untuk memahami lebih dalam hubungan antara usia menarche, paritas, penggunaan kontrasepsi, dan kejadian menopause dini, serta untuk mengidentifikasi mekanisme biologis yang mendasarinya. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan menopause dini yang efektif, misalnya melalui edukasi kesehatan, perubahan gaya hidup, atau terapi hormonal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang menopause dini dan membantu meningkatkan kualitas hidup wanita yang mengalaminya. Dengan demikian, diharapkan dapat dikembangkan program-program kesehatan yang lebih tepat sasaran dan efektif dalam mengatasi masalah menopause dini di masyarakat.

Read online
File size261.52 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test