STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA
Prosiding Konferensi Nasional STIKes MayapadaProsiding Konferensi Nasional STIKes MayapadaLatar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya ibu yang kurang memahami waktu, frekuensi, dan tekstur MP-ASI sesuai rekomendasi, sehingga berisiko mengganggu pemenuhan gizi bayi dan meningkatkan kemungkinan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada bayi usia 6–12 bulan di Poli Anak RS X. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan di Poli Anak RS X. Sampel sebanyak 40 responden ditentukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu tentang MP-ASI dan kuesioner praktik pemberian MP-ASI. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang MP-ASI sebanyak 24 orang (60%) dan praktik pemberian yang sesuai sebanyak 27 orang (67,5%). Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan praktik pemberian MP-ASI pada bayi usia 6–12 bulan dengan nilai p-value = 0,003 (p < 0,05). Kesimpulannya, semakin baik pengetahuan ibu maka semakin optimal pula praktik pemberian MP-ASI, yang berkontribusi pada pemenuhan gizi bayi dan pencegahan stunting. Saran dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan edukasi dan pendampingan kepada ibu mengenai pemberian MP- ASI sesuai rekomendasi, baik oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan maupun melalui program penyuluhan masyarakat, agar praktik pemberian MP-ASI dapat lebih optimal.
Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar ibu (60%) memiliki pengetahuan baik tentang MP-ASI dan sebagian besar (67,5%) menerapkan praktik pemberian yang tepat.Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dan praktik pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-12 bulan di Poli Anak RS X (p-value = 0.003), di mana ibu dengan pengetahuan baik cenderung melakukan praktik yang tepat.Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang berkelanjutan mengenai MP-ASI sangat penting untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan mendukung pertumbuhan optimal bayi.
Mengingat penelitian ini bersifat korelatif dengan pendekatan cross-sectional dan hanya melibatkan sampel terbatas di satu lokasi, beberapa arah penelitian lanjutan yang prospektif dapat dipertimbangkan. Pertama, untuk memahami hubungan sebab-akibat yang lebih kuat, studi intervensi atau eksperimental perlu dilakukan. Penelitian ini dapat merancang dan menguji efektivitas program edukasi MP-ASI yang inovatif, misalnya melalui platform digital interaktif atau pendampingan berbasis komunitas oleh kader kesehatan, untuk melihat secara langsung bagaimana peningkatan pengetahuan ibu secara kausal dapat mengubah praktik pemberian MP-ASI menjadi lebih optimal dan berdampak pada status gizi bayi. Kedua, meskipun pengetahuan ibu ditemukan baik, masih ada ibu yang praktiknya kurang tepat. Oleh karena itu, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor penghambat non-pengetahuan, seperti kepercayaan lokal, pengaruh sosial dan ekonomi keluarga, kemudahan akses terhadap bahan makanan yang direkomendasikan, atau paparan iklan produk komersial, yang mungkin memengaruhi keputusan ibu dalam praktik MP-ASI. Studi ini akan memberikan pemahaman holistik tentang tantangan yang dihadapi ibu. Ketiga, untuk meningkatkan generalisasi temuan dan melihat dampak jangka panjang, penelitian serupa dengan cakupan sampel yang lebih luas, mencakup berbagai latar belakang sosio-ekonomi dan geografis, sangat dibutuhkan. Selain itu, dengan desain longitudinal, penelitian dapat memantau perubahan praktik MP-ASI seiring waktu dan menganalisis bagaimana praktik yang tepat secara berkelanjutan berkontribusi pada pencegahan stunting dan perkembangan optimal bayi hingga usia prasekolah, melampaui rentang usia 6-12 bulan yang diteliti saat ini.
| File size | 261.03 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
GUNUNGSARIGUNUNGSARI Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yangMetode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang
UPNYKUPNYK Temuan ini menunjukkan bahwa informasi, ulasan, dan rekomendasi yang dibagikan melalui platform digital memiliki pengaruh kuat dalam mempengaruhi pilihanTemuan ini menunjukkan bahwa informasi, ulasan, dan rekomendasi yang dibagikan melalui platform digital memiliki pengaruh kuat dalam mempengaruhi pilihan
UNRAMUNRAM Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sebelumnya memandang bullying hanya sebatas tindakan fisik, namun melalui sosialisasi ini merekaHasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sebelumnya memandang bullying hanya sebatas tindakan fisik, namun melalui sosialisasi ini mereka
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Pendidikan Islam perlu mengintegrasikan pengembangan kesadaran diri secara mendalam ke dalam kurikulum, agar tidak hanya menghasilkan pemahaman kognitif,Pendidikan Islam perlu mengintegrasikan pengembangan kesadaran diri secara mendalam ke dalam kurikulum, agar tidak hanya menghasilkan pemahaman kognitif,
PENERBITPENERBIT Sinergi integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Harapan Mulia Bali memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.Sinergi integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Harapan Mulia Bali memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
PENERBITPENERBIT Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas akomodasi dengan Minat Berkunjung ke Pantai Widodaren. ApabilaHasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas akomodasi dengan Minat Berkunjung ke Pantai Widodaren. Apabila
PENERBITPENERBIT Dalam analisa data menggunakan tiga teknik yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil FGD di lapangan ditemukan bahwa dalam prosesDalam analisa data menggunakan tiga teknik yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil FGD di lapangan ditemukan bahwa dalam proses
UNKLABUNKLAB Kuesioner penelitian disusun sendiri berdasarkan tinjauan literatur dan penelitian sebelumnya serta hasil wawancara dengan beberapa orang dari Gen Z. SetelahKuesioner penelitian disusun sendiri berdasarkan tinjauan literatur dan penelitian sebelumnya serta hasil wawancara dengan beberapa orang dari Gen Z. Setelah
Useful /
UICMUICM gerabah yang dikelola oleh masyarakat. Akun tersebut menjadi sarana promosi produk gerabah yang efektif dan memperkuat identitas lokal. Kegiatan ini berdampakgerabah yang dikelola oleh masyarakat. Akun tersebut menjadi sarana promosi produk gerabah yang efektif dan memperkuat identitas lokal. Kegiatan ini berdampak
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa meskipun UMKM telah melakukan upaya manajemen risiko, terdapat kesenjangan dalam penerapan prinsip-prinsip MaqashidAnalisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa meskipun UMKM telah melakukan upaya manajemen risiko, terdapat kesenjangan dalam penerapan prinsip-prinsip Maqashid
UNKLABUNKLAB Semua proses development didokumentasikan sesuai dengan standar Game Design Document. Dengan adanya Game Design Document pada perancangan Game-Based LearningSemua proses development didokumentasikan sesuai dengan standar Game Design Document. Dengan adanya Game Design Document pada perancangan Game-Based Learning
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Pengetahuan Perawatan dalam Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori “rendah dan DukunganPengetahuan Perawatan dalam Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori “rendah dan Dukungan