YBLIYBLI

Jurnal Lentera FarmaJurnal Lentera Farma

Kualitas hidup lansia merupakan penilaian subjektif seorang lansia terhadap tingkat kepuasan atau kesejahteraan yang dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan yang mencakup kondisi fisik, mental, sosial serta emosional dan dinilai berdasarkan referensi pribadi lansia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif observasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total 75 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien polifarmasi minor berjumlah 49 dengan kualitas hidup baik sebanyak 4 orang (5%), kualitas hidup sedang sebanyak 39 orang (52%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 6 orang (8%). Untuk pasien polifarmasi mayor berjumlah 26 responden dengan kualitas hidup baik sebanyak 8 orang (11%), kualitas hidup sedang sebanyak 16 orang (21%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 2 orang (3%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pasien lansia yang menerima polifarmasi di Puskesmas Sonder memiliki kualitas hidup sedang.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 75 total responden, pasien polifarmasi minor berjumlah 49 dengan kualitas hidup baik sebanyak 4 orang (5%), kualitas hidup sedang sebanyak 39 orang (52%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 6 orang (8%).Untuk polifarmasi mayor berjumlah 26 responden dengan kualitas hidup baik sebanyak 8 orang (11%), kualitas hidup sedang sebanyak 16 orang (21%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 2 orang (3%).Jadi, kualitas hidup pasien lansia yang menerima polifarmasi di Puskesmas Sonder masih termasuk dalam kategori sedang.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang paling berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia yang menerima polifarmasi, seperti jenis obat yang digunakan, durasi penggunaan, atau adanya interaksi obat. Hal ini penting untuk memahami mekanisme bagaimana polifarmasi memengaruhi kualitas hidup lansia secara lebih mendalam. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang polifarmasi terhadap kualitas hidup lansia, serta untuk mengidentifikasi kelompok lansia yang paling berisiko mengalami penurunan kualitas hidup akibat polifarmasi. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi lansia mengenai polifarmasi dan dampaknya terhadap kualitas hidup mereka, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai isu ini. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup lansia yang menerima polifarmasi, diharapkan dapat dikembangkan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi risiko efek samping yang merugikan.

Read online
File size301.21 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test