YBLIYBLI

Jurnal Lentera FarmaJurnal Lentera Farma

Daun pangi (Pangium edule Reinw) secara empiris telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol daun pangi serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling optimal pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan post test-only control group. Ekstrak daun pangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sebanyak 15 ekor tikus putih dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Luka sayat dibuat menggunakan biopsy punch berdiameter 10 mm dan diameter luka diamati selama 14 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji Levene, ANOVA satu arah, dan uji lanjut Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05), dengan penurunan rata-rata diameter luka dari hari ke-0 sebesar 12,20 mm menjadi 1,33 mm pada hari ke-14. Konsentrasi ekstrak 5% dan 10% menunjukkan efektivitas penyembuhan luka yang paling optimal dan sebanding dengan kontrol positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pangi efektif dalam mempercepat penyembuhan luka sayat.

Ekstrak etanol daun pangi (Pangium edule Reinw.) terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus).Konsentrasi 5% dan 10% menunjukkan efek penyembuhan luka paling optimal dan sebanding dengan kontrol positif.Hasil ini mendukung potensi pemanfaatan ekstrak daun pangi sebagai agen penyembuh luka secara topikal.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi mekanisme kerja ekstrak daun pangi secara lebih mendalam melalui analisis histopatologi jaringan luka guna mengamati perubahan seluler selama proses penyembuhan. Selain itu, penting untuk menguji efek ekstrak pada model luka kronis atau diabetes pada hewan percobaan, karena luka jenis ini lebih menantang dan relevan secara klinis dibanding luka akut. Ide ketiga adalah mengeksplorasi formulasi topikal berbasis ekstrak daun pangi, seperti gel atau krim, untuk menilai stabilitas, penetrasi kulit, dan efektivitasnya dalam kondisi yang menyerupai penggunaan nyata, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan obat herbal terstandar yang efektif dan aman bagi manusia.

Read online
File size263.15 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test