YBLIYBLI

Jurnal Lentera FarmaJurnal Lentera Farma

Pemanfaatan tanaman obat di Desa Minaesa, Kabupaten Minahasa Utara, masih dilakukan secara tradisional tanpa mempertimbangkan prinsip perlindungan zat aktif selama proses pengolahan. Teknik pengeringan, perajangan, dan pemanasan yang kurang tepat berpotensi menurunkan stabilitas senyawa bioaktif serta mengurangi manfaat kesehatan dan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan teknik pengolahan tanaman obat yang berorientasi pada perlindungan zat aktif dan peluang usaha lokal. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan diskusi awal, penyuluhan interaktif mengenai prinsip stabilitas senyawa aktif, serta demonstrasi praktik sederhana pengolahan bahan herbal. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu bahan, kemampuan mempraktikkan teknik dasar pengolahan yang lebih rasional, serta munculnya kesadaran bahwa kualitas proses menjadi fondasi manfaat kesehatan dan potensi ekonomi. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas teknis masyarakat pesisir dalam mengolah tanaman obat secara lebih rasional dan berorientasi mutu.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pengenalan teknik pengolahan tanaman obat yang berorientasi pada perlindungan zat aktif menunjukkan bahwa pendekatan penyuluhan teknis dan demonstrasi praktik sederhana mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan dasar masyarakat Desa Minaesa.Peserta tidak hanya memahami bahwa suhu, cahaya, dan kelembapan memengaruhi stabilitas senyawa bioaktif, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik perajangan, pengeringan, dan penyimpanan yang lebih rasional.Hal ini mengindikasikan ketercapaian tujuan kegiatan, yaitu penguatan kapasitas teknis masyarakat dalam menjaga mutu bahan herbal serta terbukanya perspektif mengenai pentingnya kualitas proses pengolahan sebagai fondasi manfaat kesehatan dan peluang usaha lokal.

Untuk memperkuat dampak kegiatan pengabdian masyarakat ini, disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan pendampingan periodik. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan atau akademisi di bidang farmasi dan teknologi pangan dapat ditingkatkan untuk memperluas wawasan teknis masyarakat tanpa menghilangkan kearifan lokal. Selain itu, kegiatan pengabdian lanjutan dengan pendekatan evaluasi kuantitatif dapat dipertimbangkan untuk mengukur perubahan pengetahuan dan praktik secara lebih terstruktur. Dengan demikian, model pengabdian ini dapat direplikasi pada komunitas pesisir lain dengan karakteristik serupa, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengolahan tanaman obat dan membuka peluang usaha lokal yang berkelanjutan.

  1. Ultraviolet and pulsed light treatment of spices and herbs and their products: Microbial safety, enzyme... ift.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1541-4337.70107Ultraviolet and pulsed light treatment of spices and herbs and their products Microbial safety enzyme ift onlinelibrary wiley doi 10 1111 1541 4337 70107
  2. Challenges of integration of Traditional Health Services in Primary Health Care in North Minahasa Regency... doi.org/10.62872/zzhtd519Challenges of integration of Traditional Health Services in Primary Health Care in North Minahasa Regency doi 10 62872 zzhtd519
Read online
File size212.8 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test