JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Latar Belakang: Bayi yang diberi susu selain ASI, mempunyai risiko 17 kali lebih mengalami diare dan tiga sampai empat kali lebih besar kemungkinan terkena ISPA dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI. Banyak permasalahan yang ditemukan pada ibu menyusui antara lain: ibu merasa bahwa ASInya tidak cukup dan ASI tidak keluar. Berdasarkan studi pendahulun yang telah dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi pada 5 orang ibu postpartum spontan di ruang nifas. Dengan hasil bahwa 3 ibu nifas primipara mengatakan bayi telah berhasil dilakuakan IMD akan tetapi setelah 2 jam postpartum ASI tidak keluar. Sedangkan 2 ibu multipara mengatakan telah mengalami pengeluaran ASI saat usia kehamilan 37 minggu. Masalah pengeluaran ASI tidak lancar terjadi pada ibu primipara hari pertama dan kedua. Tujuan: Mengetahui pengaruh produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin dan pijat payudara di Rb Citra Lestari Kecamatan Bojonggede Kota Bogor. Metodologi: Menggunakan metode pre eksperimental dengan desain PreTest-Posttes With Control Group Designs. Sampel sebanyak 20 responden dengan teknik accidental Sampling. Instrumen yang diguanakan adalah 10 indikator Produksi ASI. Dianalisis menggunakan Independent T-test dan Paired T-test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan setelah dilakukan pijat oksitosin dan pijat payudara terhadap produksi ASI ibu postpartum dengan nilai p value= 0.000<(0.05) Ho ditolak dan Ha diterima.

Kedua intervensi pijat oksitosin dan pijat payudara ini akan membantu ibu dalam mengatasi masalah ASI seperti ASI tidak keluar dan produksi ASI yang kurang.Diharapkan kedua intervensi ini dapat diterapkan di BPM dan dipraktikkan di rumah dengan bantuan keluarga.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas kombinasi pijat oksitosin dan pijat payudara dengan teknik relaksasi atau dukungan psikologis untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum, terutama pada primipara yang mengalami kesulitan menyusui. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain yang lebih ketat, seperti randomized controlled trial, dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas pijat oksitosin dan pijat payudara dengan metode stimulasi ASI lainnya, seperti pemberian edukasi tentang teknik menyusui yang benar. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan persepsi ibu postpartum terhadap pijat oksitosin dan pijat payudara, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan intervensi ini dalam meningkatkan produksi ASI. Dengan menggabungkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana pijat oksitosin dan pijat payudara dapat dioptimalkan untuk mendukung keberhasilan menyusui pada ibu postpartum.

Read online
File size278.82 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test