JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthSetiap pasien selalu mengharapkan pelayanan yang berkualitas sehingga dapat tercapai kepuasan. Oleh karenanya setiap unit pelayanan kesehatan harus memberikan pelayanan yang sama kepada setiap pasien baik sebagai pasien BPJS maupun non BPJS. Mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kebidanan pada pasien BPJS dan Non BPJS di Ruang Nifas Kelas II RSUD Soegiri lamongan. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik yang dilakukan dengan metode cross sectional. Populasi adalah populasi terhingga (finite population) yaitu ukuran populasi yang besarnya masih bisa dihitung (cauntable) dengan sample 70 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah jenis kepesertaan pasien BPJS dan non BPJS terikatnya kepuasan terhadap pelayanan kebidanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Mann Whitney. Sebagian besar responden BPJS puas terhadap pelayanan kebidanan yaitu sebanyak 24 responden (77,4%), hampir seluruh responden Non BPJS puas terhadap pelayanan kebidanan yaitu sebanyak 37 responden (94,9%) dari total 39 responden dan tidak ada perbedaan tingkat kepuasan antara pasien peserta BPJS dan Non BPJS terhadap pelayanan kebidanan di ruang nifas kelas II RSUD Soegiri lamongan (p = 0,548 > 0,05 maka Ho diterima). Jenis pembiayaan kesehatan (BPJS dan Non BPJS) tidak menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien terhadap pelayanan kebidanan di Ruang Nifas Kelas II RSUD Soegiri lamongan.
Sebagian besar responden dengan asuransi BPJS puas terhadap pelayanan kebidanan yaitu sebanyak 24 responden (77,4%) dari total 31 responden.Hampir seluruh responden dengan asuransi Non BPJS termasuk puas terhadap pelayanan kebidanan yaitu sebanyak 37 responden (94,9%) dari total 39 responden.Tidak ada perbedaan tingkat kepuasan antara pasien peserta BPJS dan Non BPJS terhadap pelayanan kebidanan di ruang nifas kelas II RSUD Soegiri lamongan (p = 0,548 > 0,05 maka Ho diterima).
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien di luar jenis pembiayaan, seperti kualitas komunikasi antara bidan dan pasien, fasilitas yang tersedia, atau waktu tunggu pelayanan. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilengkapi dengan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi pasien terhadap pelayanan kebidanan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan kepuasan pasien berdasarkan karakteristik demografis lainnya, seperti usia, tingkat pendidikan, atau pekerjaan, untuk mengidentifikasi kelompok pasien yang mungkin memiliki kebutuhan atau harapan yang berbeda terhadap pelayanan kebidanan. Dengan demikian, rumah sakit dapat merancang strategi pelayanan yang lebih personal dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
| File size | 148.9 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Berdasarkan data yang diolah menggunakan SPSS 16. 0, nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,011, lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0,05), danBerdasarkan data yang diolah menggunakan SPSS 16. 0, nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,011, lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (0,05), dan
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Populasi penelitian terdiri atas 101 siswa Program Keahlian Kuliner Fase F di SMK Negeri 6 Padang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah totalPopulasi penelitian terdiri atas 101 siswa Program Keahlian Kuliner Fase F di SMK Negeri 6 Padang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total
STITALSTITAL Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7‑11 tahun berada pada tahap konkret operasional sehingga dapat memahami konsep visualBerdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7‑11 tahun berada pada tahap konkret operasional sehingga dapat memahami konsep visual
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO This demonstrates that cooking classes using local ingredients such as tempe not only provide enjoyable learning experiences but are also effective inThis demonstrates that cooking classes using local ingredients such as tempe not only provide enjoyable learning experiences but are also effective in
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Anak-anak pun terlihat antusias, konsisten, dan menikmati proses belajar tanpa merasa bosan. Ecoprint teknik pounding menjadi pengalaman edukatif yangAnak-anak pun terlihat antusias, konsisten, dan menikmati proses belajar tanpa merasa bosan. Ecoprint teknik pounding menjadi pengalaman edukatif yang
MALAHAYATIMALAHAYATI Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD diHasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD di
UMSBUMSB Stunting merupakan bentuk kegagalan dalam tumbuh kembang pada anak balita atau bayi akibat kekurangan gizi yang nilai z-skornya kurang -2SD. BerdasarkanStunting merupakan bentuk kegagalan dalam tumbuh kembang pada anak balita atau bayi akibat kekurangan gizi yang nilai z-skornya kurang -2SD. Berdasarkan
UIN MALANGUIN MALANG Ironisnya, pandemi covid-19 memberikan dampak pada pendidikan. Sehingga pembelajaran beralih menggunakan pembelajaran Blended learning. Sebagai seorangIronisnya, pandemi covid-19 memberikan dampak pada pendidikan. Sehingga pembelajaran beralih menggunakan pembelajaran Blended learning. Sebagai seorang
Useful /
STITALSTITAL Hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Revolusi Industri 4. 0 telah mengubah dinamika bisnis dan pemasaran, sehingga diperlukan langkah strategis untukHadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Revolusi Industri 4. 0 telah mengubah dinamika bisnis dan pemasaran, sehingga diperlukan langkah strategis untuk
STITALSTITAL Oleh karena itu penting sekali untuk meningkatkan keterampilan Kader Posyandu dalam menggunakannya KPSP. Output dari penggunaan KPSP ini akan menjadi salahOleh karena itu penting sekali untuk meningkatkan keterampilan Kader Posyandu dalam menggunakannya KPSP. Output dari penggunaan KPSP ini akan menjadi salah
STPKAKSTPKAK Ayah (kaum Bapak) harus menjadi pembawa berkat bagi keluarga dan menjaditeladan “rulemodeldalamkeluarga. Jika itu yang terjadi akan membawa pertumbuhanAyah (kaum Bapak) harus menjadi pembawa berkat bagi keluarga dan menjaditeladan “rulemodeldalamkeluarga. Jika itu yang terjadi akan membawa pertumbuhan
MALAHAYATIMALAHAYATI Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita usia 3-5 tahun dan balita yang berusia 3-5 tahun di wilayah kerja puskesmas Gamping I Yogyakarta.Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita usia 3-5 tahun dan balita yang berusia 3-5 tahun di wilayah kerja puskesmas Gamping I Yogyakarta.