IJEEPSEIJEEPSE

International Journal of Electrical, Energy and Power System EngineeringInternational Journal of Electrical, Energy and Power System Engineering

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan konversi becak motor roda tiga bertenaga bahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik untuk mendukung transportasi perkotaan berkelanjutan. Penelitian ini berfokus pada becak motor di Padang, yang umumnya diadaptasi dari sepeda motor. Penilaian kelayakan mencakup analisis teknis, finansial, dan permintaan untuk menentukan viabilitas konversi. Survei dilakukan di kalangan pengguna becak motor untuk menilai biaya operasional, konsumsi bahan bakar, biaya perawatan, kesadaran akan energi hijau, dan kesediaan untuk beralih ke becak motor bertenaga listrik. Desain teknis melibatkan pemilihan komponen konversi, estimasi biaya, dan analisis biaya operasional pasca-konversi. Becak motor listrik yang diusulkan menggunakan motor BLDC 2 kW, 72 V, dengan estimasi biaya konversi sebesar Rp 10 juta. Biaya operasional sebelum konversi adalah Rp 150.000 per minggu. Analisis finansial menunjukkan bahwa meskipun biaya operasional awal untuk becak motor listrik lebih tinggi, mereka menjadi lebih ekonomis setelah 103 minggu. Temuan ini menunjukkan bahwa konversi secara teknis dan finansial layak, dengan 53,85% pengguna becak motor yang disurvei menyatakan kesediaan untuk beralih ke model listrik. Studi ini menyoroti potensi untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil dan mempromosikan alternatif transportasi ramah lingkungan di perkotaan.

Penelitian ini mengkonfirmasi kelayakan teknis dan finansial konversi becak motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik di Padang, didukung oleh penerimaan 53,85% pengguna.Konversi memerlukan investasi awal Rp 10 juta dengan motor BLDC 2 kW dan menjadi ekonomis setelah 103 minggu, menunjukkan potensi pengurangan ketergantungan bahan bakar fosil dan biaya operasional jangka panjang.Meskipun demikian, keberhasilan adopsi membutuhkan penanganan tantangan investasi awal yang tinggi dan keterbatasan infrastruktur pengisian daya, serta dukungan insentif pemerintah.

Untuk mempercepat transisi menuju transportasi perkotaan yang lebih hijau, penelitian lanjutan sangat diperlukan guna mengatasi tantangan yang teridentifikasi. Pertama, studi mendalam tentang rancangan dan penempatan infrastruktur pengisian daya yang optimal di kota-kota seperti Padang dapat dilakukan. Ini melibatkan analisis pola penggunaan becak motor listrik, ketersediaan lahan, serta dampak integrasi dengan jaringan listrik lokal untuk memastikan aksesibilitas dan kemudahan pengisian daya bagi para operator. Pertanyaan penelitian dapat mencakup bagaimana strategi penempatan stasiun pengisian daya publik atau skema pertukaran baterai dapat memitigasi kekhawatiran terkait waktu dan ketersediaan pengisian. Kedua, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari berbagai skema insentif dan subsidi pemerintah terhadap adopsi becak motor listrik. Penelitian ini dapat menganalisis tidak hanya kelayakan ekonomi bagi operator dalam jangka panjang, tetapi juga dampak sosial terhadap mata pencarian mereka serta model bisnis berkelanjutan bagi penyedia layanan konversi dan pemeliharaan baterai. Hal ini akan membantu dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan dapat direplikasi di kota-kota lain. Ketiga, perlu dilakukan eksplorasi teknis yang lebih luas mengenai berbagai konfigurasi motor listrik dan jenis baterai. Studi komparatif dapat membandingkan efisiensi, masa pakai, biaya penggantian, dan kinerja di berbagai kondisi medan dan cuaca tropis, untuk mengidentifikasi solusi paling efisien dan tahan lama yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional becak motor listrik di Indonesia.

  1. Assessing the Viability of Converting Fuel-Based Pedicabs to Electric Pedicabs: A Case Study in Padang... doi.org/10.31258/ijeepse.8.1.1-14Assessing the Viability of Converting Fuel Based Pedicabs to Electric Pedicabs A Case Study in Padang doi 10 31258 ijeepse 8 1 1 14
Read online
File size2.35 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test