UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

Al Ushuliy: Jurnal Mahasiswa Syariah dan HukumAl Ushuliy: Jurnal Mahasiswa Syariah dan Hukum

Penelitian ini mengkaji perlindungan data pribadi korban kekerasan seksual dalam publikasi karya seni perfilman Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah memahami dinamika hukum terkait isu tersebut berdasarkan dua perspektif, yaitu regulasi perundang-undangan di Indonesia dan prinsip-prinsip siyasah dusturiyah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Data dikumpulkan dari sumber hukum primer, meliputi Al-Quran, Hadis yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP), Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta didukung oleh bahan hukum sekunder berupa buku dan karya ilmiah.

Berdasarkan temuan penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa data pribadi korban kekerasan seksual dalam film Indonesia diatur dalam beberapa kerangka hukum, termasuk Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).Ketika diterapkan asas lex specialis derogat legi generali, korban kekerasan seksual tetap berhak atas perlindungan privasi sesuai Pasal 69 huruf (d) UU TPKS.Selain itu, film yang mengangkat tema kekerasan seksual masih dibatasi sesuai Pasal 6 huruf (b) UU Perfilman yang melarang konten menonjolkan pornografi.Dari perspektif siyasah dusturiyah, potensi kezaliman ditangani melalui pembentukan otoritas legislatif (sulṭah tashrīiyyah) yang menetapkan hukum berdasarkan prinsip-prinsip syariat Islam.Salah satu prinsip tersebut adalah larangan penyebaran data pribadi dalam karya perfilman sebagai bentuk perlindungan kehormatan (ḥifẓ al-irḍ), yang merupakan bagian dari maqāṣid al-syarīah guna mencegah eksploitasi antarmanusia.Meskipun keluarga korban memberikan persetujuan terhadap penggunaan data pribadi untuk film dengan tujuan kebaikan, menjaga martabat seseorang—baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal—tetap menjadi prioritas yang harus diutamakan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif antara regulasi perundang-undangan Indonesia dengan prinsip-prinsip siyasah dusturiyah dalam melindungi data pribadi korban kekerasan seksual. Selain itu, dapat dilakukan studi kasus yang lebih mendalam mengenai implementasi hukum dalam industri perfilman Indonesia terkait perlindungan data pribadi korban kekerasan seksual. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dan tanggung jawab keluarga korban dalam melindungi data pribadi dan menjaga martabat korban, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.

  1. The synthesis of activated carbon nanofiber electrode made from acacia leaves (Acacia mangium wild) as... iopscience.iop.org/article/10.1088/2043-6254/ab8b60The synthesis of activated carbon nanofiber electrode made from acacia leaves Acacia mangium wild as iopscience iop article 10 1088 2043 6254 ab8b60
  2. Activated Charcoal from Coffee Dregs Waste as an Alternative Biosorbent of Cu(II) and Ag(I) | Prabawati... journal.ugm.ac.id/ijc/article/view/83269Activated Charcoal from Coffee Dregs Waste as an Alternative Biosorbent of Cu II and Ag I Prabawati journal ugm ac ijc article view 83269
  3. Personal Data Protection for Victims of Sexual Violence in the Publication of Indonesian Cinematic Works... ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/ushuliy/article/view/15713Personal Data Protection for Victims of Sexual Violence in the Publication of Indonesian Cinematic Works ejournal uinmybatusangkar ac ojs index php ushuliy article view 15713
Read online
File size434.31 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test