UNSURUNSUR

Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan SyariahAr-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah

Perbedaan Reksadana Syariah dan Reksadana Konvensional yaitu adanya tahap screening and cleansing serta tidak diperbolehkannya berinvestasi ke dalam efek yang tidak sesuai syariat Islam diduga memiliki dampak terhadap respons terhadap perubahan variabel makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi yaitu suku bunga, nilai tukar, indeks harga saham gabungan, jumlah uang beredar dan produk domestik bruto terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana Syariah dan Konvensional. Metode yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga, nilai tukar, indeks harga saham gabungan dan jumlah uang beredar berpengaruh signifikan dalam jangka panjang terhadap nilai aktiva bersih Reksadana Syariah, sedangkan nilai aktiva bersih reksadana konvensional hanya dipengaruhi produk domestik bruto dalam jangka panjang. Dampak negatif PDB terhadap NAB Reksadana Syariah menunjukkan bahwa Reksadana Syariah berakar kuat pada sektor riil.

NAB Reksadana Syariah dipengaruhi oleh suku bunga dan jumlah uang beredar secara positif serta nilai tukar dan IHSG secara negatif dalam jangka panjang, sementara tidak ada variabel yang berpengaruh dalam jangka pendek.NAB Reksadana Konvensional hanya dipengaruhi oleh PDB secara negatif dalam jangka panjang dan tidak ada pengaruh jangka pendek dari variabel makroekonomi.NAB Reksadana Syariah merespons negatif terhadap PDB karena keterkaitannya dengan sektor riil, sedangkan NAB Reksadana Konvensional merespons negatif terhadap IHSG akibat kondisi pasar modal selama pandemi COVID-19.

Pertama, perlu diteliti bagaimana perubahan kebijakan moneter terhadap suku bunga secara spesifik mempengaruhi aliran dana investor dalam reksadana syariah dibandingkan reksadana konvensional, terutama saat periode inflasi tinggi. Kedua, penting untuk mengkaji peran indeks syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII) sebagai variabel independen dalam memprediksi kinerja NAB reksadana syariah dengan pendekatan komparatif terhadap IHSG. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang bagaimana struktur portofolio berdasarkan sektor riil memengaruhi ketahanan reksadana syariah selama krisis ekonomi, dengan membandingkan kinerjanya terhadap reksadana konvensional yang lebih terpapar sektor finansial. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memahami mekanisme adaptasi reksadana terhadap kondisi ekonomi makro secara lebih mendalam. Selain itu, analisis bisa diperluas dengan memasukkan variabel sosial seperti tingkat literasi keuangan syariah. Fokus pada respons sektor riil juga dapat mengungkap ketahanan sistem keuangan berbasis nilai. Dengan pendekatan komparatif dan longitudinal, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih presisi bagi regulator dan manajer investasi. Hal ini penting untuk memperkuat pengembangan pasar modal syariah yang stabil dan inklusif. Penelitian lanjutan juga dapat menguji pengaruh skema pelonggaran kuantitatif terhadap preferensi investasi dana syariah. Temuan dari studi-studi tersebut sangat relevan dalam konteks pemulihan pasca-pandemi dan transformasi ekonomi berkelanjutan.

  1. KONSEP DASAR INVESTASI REKSADANA | SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i. konsep investasi reksadana... doi.org/10.15408/sjsbs.v1i1.1526KONSEP DASAR INVESTASI REKSADANA SALAM Jurnal Sosial dan Budaya Syar i konsep investasi reksadana doi 10 15408 sjsbs v1i1 1526
  2. Determinants of Net Asset Value of Islamic Mutual Funds in Indonesia | Septiana | Al-Amwal : Jurnal Ekonomi... syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/amwal/article/view/5443Determinants of Net Asset Value of Islamic Mutual Funds in Indonesia Septiana Al Amwal Jurnal Ekonomi syekhnurjati ac jurnal index php amwal article view 5443
Read online
File size523.36 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test