STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA

Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature Studies

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola penamaan diri mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha serta mengeksplorasi kategori penamaan diri mahasiswa Generasi Z di Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Data penelitian berupa sejumlah nama mahasiswa Generasi Z di Universitas Pendidikan Ganesha. Dengan menggunakan metode analisis ekivalen konvensional, peneliti menemukan bahwa dalam praktik penamaan diri di kalangan mahasiswa Generasi Z terdapat interaksi kompleks antara tradisi, modernitas, bahasa, dan identitas dalam membentuk praktik penamaan diri, menyoroti dinamika identitas budaya Bali dalam dunia yang berkembang pesat.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penamaan diri mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha mencerminkan warisan budaya, praktik keluarga, dan preferensi pribadi.Mitologi Hindu, spiritualitas, dan warisan keluarga memengaruhi nama Bali.Dalam kerangka budaya ini, anak-anak juga harus menghadapi praktik penamaan yang dibentuk oleh etnis, regionalitas, dan keluarga.Karena mahasiswa memilih nama yang memengaruhi bahasa Bali, Indonesia, dan Inggris, faktor linguistik penting.Ideologi agama dan spiritual juga membentuk cara orang mengidentifikasi diri mereka sendiri, menyoroti perspektif agama yang beragam di universitas.Interaksi sosial dan pengaruh rekan sebaya memengaruhi cara orang memilih atau mengubah nama mereka untuk terhubung dengan kelompok sosial atau akademik tertentu.Secara keseluruhan, penamaan diri di Undiksha menunjukkan interaksi antara tradisi, modernitas, bahasa, dan identitas.Hal ini mengungkap proses kompleks negosiasi identitas budaya dalam komunitas kampus yang beragam.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan meliputi: (1) Mempelajari dampak media digital terhadap praktik penamaan diri generasi muda Bali, khususnya dalam konteks media sosial dan platform online yang memungkinkan pembentukan identitas virtual. (2) Membandingkan pola penamaan diri di Bali dengan wilayah lain di Indonesia untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam pengaruh budaya, agama, dan bahasa. (3) Meneliti peran nama dalam membangun identitas kolektif di kalangan mahasiswa, termasuk bagaimana nama mencerminkan harapan keluarga, nilai budaya, dan aspirasi pribadi. Ketiga saran ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang dinamika identitas dalam konteks sosial dan budaya yang terus berkembang.

  1. SISTEM PENAMAAN ORANG BALI | Temaja | HUMANIKA. sistem penamaan bali temaja humanika skip main content... doi.org/10.14710/humanika.v24i2.17284SISTEM PENAMAAN ORANG BALI Temaja HUMANIKA sistem penamaan bali temaja humanika skip main content doi 10 14710 humanika v24i2 17284
  2. Socio-Onomastic Analysis of The Self-Naming of Balinese University Students | Journal of Linguistic and... jurnal.stkipahsingaraja.ac.id/index.php/jolles/article/view/745Socio Onomastic Analysis of The Self Naming of Balinese University Students Journal of Linguistic and jurnal stkipahsingaraja ac index php jolles article view 745
  3. Project MUSE -- Verification required!. project muse verification required order better serve keep site... doi.org/10.1353/fro.2020.a765276Project MUSE Verification required project muse verification required order better serve keep site doi 10 1353 fro 2020 a765276
Read online
File size142.58 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test