PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Biokonversi sampah padat (SP) oleh larva lalat tentara hitam (BSF) merupakan pendekatan pengolahan SP berkelanjutan yang menjanjikan. Namun, pemilahan sampah yang tidak memadai dapat menyebabkan kontaminasi plastik dalam substrat larva BSF (BSFL), yang dapat menurunkan kualitas produk turunan BSFL serta berpotensi memasukkan partikel plastik ke dalam rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelimpahan plastik dalam SP dari berbagai sumber serta menentukan kelimpahan partikel plastik dalam substrat dan frass BSFL. Penelitian dilakukan di Sentra Daur Ulang Jambangan (JRC) dan Pusat Pengomposan Wonorejo (WCC) di Surabaya, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% SP di JRC layak digunakan sebagai substrat BSFL, sedangkan di WCC hanya 36,62% SP yang dapat dimanfaatkan. Kandungan plastik dalam substrat BSFL di JRC dan WCC masing-masing sebesar 2,28% dan 7,63%. Di JRC, terdeteksi 12 partikel makroplastik (MaP), 9 partikel mesoplastik (MeP), dan 334 partikel mikroplastik (MP) per kilogram bobot kering (BK) substrat BSFL, sedangkan frass mengandung 250 partikel MP. Ketidakoptimalan pemilahan SP di WCC menghasilkan jumlah partikel plastik yang lebih tinggi per kilogram BK substrat BSFL (yaitu 40 MaP, 35 MeP, dan 734 MP) serta frass (484 partikel MP). Film plastik transparan paling sering ditemukan baik pada substrat maupun frass. Ukuran MaP umumnya berkisar antara 2,5 hingga 10 cm, sedangkan MP sebagian besar berada pada rentang ukuran 1 µm hingga 1 mm. Temuan ini menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya untuk mengurangi kontaminasi plastik dan meningkatkan efisiensi serta keamanan proses biokonversi oleh BSF.

Studi ini menunjukkan bahwa pemisahan sampah memainkan peran penting dalam mengurangi kontaminasi plastik pada substrat.Jumlah sampah organik yang dapat dicerna oleh larva lalat tentara hitam (BSFL) di JRC dan WCC masing-masing adalah 74,19% dan 36,61%.Namun, kontaminasi plastik ditemukan pada substrat dan frass BSFL.Di JRC, ditemukan sekitar 12 partikel makroplastik (MaP), 9 partikel mesoplastik (MeP), dan 334 partikel mikroplastik (MP) per kilogram bobot kering (BK) substrat.Sementara itu, di WCC ditemukan 40 MaP, 35 MeP, dan 734 MP per kilogram BK substrat, serta 484 MP per kilogram BK frass.Film plastik transparan adalah jenis yang paling dominan di kedua lokasi.Temuan ini menunjukkan bahwa pemisahan sampah yang kurang memadai telah menyebabkan kontaminasi plastik pada substrat dan frass.Meskipun kontaminasi plastik tidak berdampak signifikan pada kelangsungan hidup, pertumbuhan, atau perkembangan BSFL, partikel mikroplastik (MP) masih terdeteksi dalam frass.Hal ini menekankan pentingnya pemisahan sampah yang memadai untuk meminimalkan kontaminasi plastik pada substrat dan frass BSFL, yang pada gilirannya akan meningkatkan efisiensi dan keamanan proses biokonversi sampah.

Untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan proses biokonversi sampah oleh lalat tentara hitam (BSF), penting untuk menerapkan pemisahan sampah yang memadai. Studi ini menunjukkan bahwa kontaminasi plastik dapat mengurangi kualitas produk turunan BSFL dan berpotensi memasukkan partikel plastik ke dalam rantai makanan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pengelolaan sampah plastik yang efektif, seperti pemisahan sampah dari sumbernya, untuk mengurangi kontaminasi plastik pada substrat dan frass BSFL. Selain itu, studi dapat mengeksplorasi dampak kontaminasi plastik pada kesehatan dan pertumbuhan BSFL, serta mengidentifikasi metode yang efektif untuk mengurangi atau menghilangkan partikel plastik dari substrat dan frass. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan aman, serta meningkatkan kualitas produk turunan BSFL.

Read online
File size573.38 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test