PURIFIKASIPURIFIKASI

Jurnal PurifikasiJurnal Purifikasi

Red mud merupakan limbah padat alkalis hasil samping industri pemurnian bauksit. Limbah ini mengandung logam berat seperti kromium (Cr), vanadium (V), dan skandium (Sc) yang bersifat toksik namun juga bernilai ekonomis. Penelitian ini mengkaji pendekatan phytomining berbasis tumbuhan-mikroba untuk meremediasi logam berat dari red mud secara berkelanjutan. Dua jenis tanaman hiperakumulator, Tradescantia pallida dan Philodendron hederaceum, dikombinasikan dengan bakteri Bacillus stercoris dan Chromobacterium piscinae dalam media red mud dan pupuk kandang, untuk menguji efektivitas serapan dan translokasi logam. Penelitian dilakukan selama 28 hari dengan pengukuran parameter biomassa, potential hydrogen (pH), electrical conductivity (EC), serta analisis logam total dan bioavailable menggunakan inductively coupled plasma-optical emission spectroscopy (ICP-OES). Hasil menunjukkan bahwa inokulasi mikroba meningkatkan kepadatan koloni (TPC), pertumbuhan tanaman, serta menurunkan pH dan EC media. T. pallida menunjukkan nilai Translocation Factor (TF) >1 untuk Cr dan V, sedangkan P. hederaceum menunjukkan nilai Bioconcentration Factor (BCF) tinggi untuk Cr (hingga 8,50), mengindikasikan potensi sebagai fitostabilisator. Potensi remediasi untuk Sc masih terbatas karena nilai TF dan BCF <1 pada kedua tanaman. Pendekatan ini menawarkan strategi efektif dan aplikatif dalam pengelolaan red mud berbasis teknologi hijau.

Pendekatan kombinatif phytomining dan bioaugmentasi menggunakan T.piscinae terbukti efektif meningkatkan remediasi logam Cr, V, dan Sc dari red mud, didukung oleh inokulasi bakteri yang menstimulasi pertumbuhan tanaman dan aktivitas mikroba, serta menurunkan pH dan EC media.pallida berfungsi sebagai fitotranslokator untuk Cr (TF hingga 3,11) dan V (TF hingga 2,04), sedangkan P.hederaceum berperan sebagai fitostabilisator dengan BCF Cr mencapai 8,50.Meskipun potensi remediasi untuk Sc masih terbatas, pendekatan ini menawarkan prospek aplikatif dan berkelanjutan dalam pengelolaan limbah red mud berbasis teknologi ramah lingkungan.

Penelitian ini telah menunjukkan potensi besar pendekatan phytomining yang dikombinasikan dengan bioaugmentasi untuk mengelola limbah red mud. Untuk studi lanjutan, ada beberapa arah yang dapat dieksplorasi guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan metode ini. Pertama, sangat penting untuk melakukan penelitian dengan durasi yang lebih panjang, melampaui 28 hari, guna mengevaluasi kinerja tanaman dan mikroba dalam jangka waktu yang lebih realistis dan mengamati siklus pertumbuhan penuh atau beberapa siklus panen. Ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai stabilitas biomassa tanaman, kapasitas akumulasi logam secara berkelanjutan, serta dinamika perubahan sifat media tanam seperti pH dan EC dalam jangka panjang. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi terhadap spesies tanaman hiperakumulator dan strain mikroba lain yang mungkin lebih unggul dalam menyerap berbagai jenis logam berat, khususnya skandium yang dalam penelitian ini menunjukkan potensi remediasi terbatas. Variasi komposisi red mud dari lokasi yang berbeda juga dapat diuji untuk mengetahui adaptabilitas sistem ini. Kedua, untuk mewujudkan konsep phytomining secara penuh, studi berikutnya dapat berfokus pada pengembangan metode ekstraksi logam berat yang efisien dari biomassa tanaman yang telah mengakumulasi kontaminan. Hal ini mencakup investigasi teknik pasca-panen untuk memisahkan logam dari biomassa tanaman secara ekonomis, sehingga potensi ekonomi dari logam berharga dapat dimaksimalkan, sejalan dengan tujuan phytomining. Terakhir, penelitian lebih lanjut bisa menggali mekanisme molekuler dan biokimia secara lebih rinci, bagaimana interaksi antara tanaman dan mikroba dapat meningkatkan bioavailabilitas dan penyerapan logam, misalnya dengan menganalisis gen-gen terkait atau metabolit sekunder yang berperan dalam proses ini. Pemahaman mendalam tentang mekanisme tersebut akan memungkinkan optimasi sistem secara lebih terarah dan pengembangan strategi remediasi yang lebih presisi.

Read online
File size737.72 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test