UKRIUKRI

ENVIROSAN : Jurnal Teknik LingkunganENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan

Particulate matter dapat diartikan sebagai partikel yang terdiri atas campuran zat padat dan cair seperti debu, serbuk, asap, dan partikel organik yang melayang di udara. Pergerakan PM10 dipengaruhi oleh faktor meteorologi yaitu suhu, kelembaban dan kecepatan angin. Kota Batam menjadi salah satu kota di Indonesia yang mengalami Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tahun 2021. PSBB menyebabkan adanya pembatasan moda transportasi kendaraan bermotor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi PM10 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor di kota Batam pada masa PSBB. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor meteorologi terhadap konsentrasi PM10 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor selama PSBB. Pengukuran konsentrasi PM10 menggunakan Nano Sampler. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PM10 di Kota Batam di Maret 2021 hingga April 2021 berada pada kategori baik. Sesuai dengan baku mutu nilai konsentrasi yang berada pada rentang 0-50 μg/m3 berada pada kategori Baik. Hasil uji regresi linier menujukkan adanya pengaruh secara simultan antarasuhu, kelembaban dan kecepatan angin terhadap PM10.

Konsentrasi PM10 di Kota Batam selama periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari Maret hingga April 2021 berada dalam kategori baik, dengan nilai konsentrasi berkisar antara 16,38 μg/m3 hingga 31,61 μg/m3, sesuai dengan baku mutu 0-50 μg/m3.Variabel suhu dan kelembaban udara terbukti memiliki pengaruh signifikan secara individual terhadap konsentrasi PM10.Secara simultan, faktor meteorologi yang meliputi suhu, kelembaban, dan kecepatan angin menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap konsentrasi PM10.

Mengingat penelitian sebelumnya berfokus pada kondisi spesifik Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan di satu lokasi, studi lanjutan yang komprehensif sangat diperlukan. Penelitian berikutnya dapat memperluas cakupan dengan membandingkan konsentrasi PM10 di Kota Batam pada periode sebelum, selama, dan setelah PSBB di berbagai titik pemantauan strategis, tidak hanya di lingkungan universitas. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dampak fluktuasi aktivitas antropogenik, khususnya lalu lintas, terhadap kualitas udara secara lebih menyeluruh, serta mengamati tren jangka panjang PM10 di kota tersebut. Selain itu, temuan bahwa kecepatan angin tidak berpengaruh signifikan secara individual terhadap PM10, yang sedikit kontras dengan literatur lain, membuka peluang untuk penelitian mendalam. Studi masa depan bisa menggali lebih jauh bagaimana karakteristik angin lokal, seperti arah angin dominan, pola turbulensi, dan pengaruh topografi perkotaan, berinteraksi dengan dispersi PM10. Investigasi ini mungkin memerlukan model dispersi yang lebih canggih atau pengukuran angin yang lebih detail di berbagai ketinggian. Lebih lanjut, untuk memahami komposisi PM10 secara spesifik, penelitian lanjutan dapat fokus pada identifikasi sumber-sumber PM10 melalui analisis kimiawi partikel. Hal ini akan memungkinkan penentuan kontribusi relatif dari berbagai emisi, seperti debu jalanan, emisi industri, atau bahkan pembakaran biomassa, yang mungkin menjadi lebih dominan saat sumber lain, seperti transportasi, dibatasi. Dengan demikian, pemerintah kota dapat merancang strategi mitigasi polusi udara yang lebih tepat sasaran dan efektif.

Read online
File size363.54 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test