UKRIUKRI

ENVIROSAN : Jurnal Teknik LingkunganENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan

Penelitian ini berisi tentang analisis kualitas air tanah di Kecamatan Cibiru, Bandung berdasarkan Water Quality Index (WQI). Kebutuhan air tanah terus meningkat berbanding terbalik dengan kondisi permukaan yang semakin mempengaruhi kualitas air tanah. Untuk itu, diperlukan upaya mitigasi agar keberadaan mata air dan air tanah di wilayah tersebut tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air tanah dengan metode Water Quality Index (WQI) untuk menilai kesesuaian air tanah di Kecamatan Cibiru. Karakteristik hidrogeologi daerah penelitian dicirikan oleh keberadaan mata air dan air tanah pada litologi batuan sedimen vulkanik. Hasil analisis laboratorium terhadap sampel mata air dan air sumur menunjukkan kualitas air tanah berada pada kategori baik, hasil Water Quality Index (WQI) sampel air tanah berkisar antara 15,45 sampai dengan 44,21 yang menunjukkan bahwa semua sampel air tanah termasuk dalam klasifikasi Air Baik dan layak untuk dikonsumsi sebagai air minum.

Analisis hidrogeokimia di Kecamatan Cibiru menunjukkan dominasi kation Ca2 , Na , Mg2 , dan anion HCO3-, mengindikasikan interaksi air tanah dengan litologi sedimen vulkanik di wilayah yang masih terjaga vegetasinya.Nilai keseimbangan ion seluruh sampel berkisar 7,96% hingga 11,89%, yang dianggap seimbang sesuai standar APHA.Berdasarkan Water Quality Index (WQI) yang menunjukkan rentang 15,45-44,21 (< 50), semua sampel air tanah di Kecamatan Cibiru termasuk dalam kategori Sangat Baik dan layak untuk dikonsumsi sebagai air minum serta air baku.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model Water Quality Index (WQI) yang lebih adaptif untuk konteks Kecamatan Cibiru. Mengingat peningkatan urbanisasi dan potensi kontaminasi permukaan, penting untuk mengintegrasikan parameter polutan antropogenik spesifik seperti bakteri koliform, nitrat, atau senyawa organik berbahaya ke dalam perhitungan WQI standar. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih detail mengenai kerentanan air tanah terhadap pencemaran akibat aktivitas manusia dan sistem sanitasi yang belum optimal, serta membantu identifikasi area prioritas untuk intervensi. Selain itu, studi komparatif mendalam mengenai dampak perubahan tata guna lahan—khususnya konversi lahan hijau menjadi area terbangun—terhadap dinamika kualitas dan kuantitas air tanah di wilayah ini perlu dilakukan. Penelitian ini dapat memanfaatkan data geospasial dan pemodelan hidrologi untuk memproyeksikan skenario masa depan dan mengidentifikasi titik-titik kritis yang memerlukan perlindungan. Selanjutnya, mengingat urgensi tindakan mitigasi yang disarankan, akan bermanfaat untuk melakukan evaluasi empiris terhadap efektivitas kebijakan pengelolaan lingkungan dan program konservasi sumber daya air yang telah atau sedang dilaksanakan. Evaluasi ini dapat mengukur sejauh mana upaya-upaya tersebut mampu menjaga keberlanjutan kualitas air tanah di Cibiru, serta memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk perbaikan strategi mitigasi ke depannya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akan memperdalam pemahaman tentang hidrogeokimia air tanah lokal, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran untuk keberlanjutan lingkungan.

Read online
File size566.66 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test