UKRIUKRI

ENVIROSAN : Jurnal Teknik LingkunganENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan

Pengelolaan sampah organik di wilayah perkotaan, termasuk Desa Sayati, Kabupaten Bandung, menghadapi tantangan akibat tingginya volume sampah dan keterbatasan sistem pengangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi larva Black Soldier Fly (BSF) dalam mereduksi Sampah Organik di RW 09 Desa Sayati serta mengukur hasil reduksi BSF. Data timbulan sampah diperoleh dari 20 rumah tangga dan 1 pedagang jus selama 7 hari. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan dua jenis pakan: campuran sampah dapur dan sampah buah-buahan. Hasil menunjukkan bahwa pakan campuran sampah dapur menghasilkan reduksi sampah terbaik dengan rata-rata 0,76 kg/hari, WRI 76%, survival rate (SR) 82,25% dan ECD 77,4%. Sebaliknya, pakan buah-buahan menghasilkan reduksi yang lebih rendah, yaitu 0,41 kg/hari, WRI 41%, SR 26% ECD 22,7%. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan nutrisi dan kadar air pada pakan. Kesimpulannya, jenis pakan sangat memengaruhi keberhasilan biokonversi sampah menggunakan larva BSF, dengan pakan bergizi seimbang mendukung pertumbuhan optimal larva dan meningkatkan efektivitas pengolahan sampah organik.

Timbulan Sampah Organik rumah tangga di RW 09 sebesar 0,269 kg/jiwa/hari.Total sampah dari 20 rumah tangga mencapai sebesar 22,083 kg/hari atau 141,7 liter/hari.Satu pedagang jus menghasilkan 42,05 kg sampah organik per hari dengan volume 108,78 liter.Proses pertumbuhan BSF dalam penelitian ini melalui empat fase, yaitu fase telur, fase larva, fase prepupa, dan fase pupa.Fase larva BSF menunjukkan variasi dalam proses pertumbuhannya yang dipengaruhi oleh jenis pakan.Pada pemberian pakan sampah buah larva BSF mengalami kematian massal, sedangkan pada pemberian pakan campuran sampah dapur larva BSF menunjukkan pertumbuhan yang optimal.Pakan sampah campuran dapur memberikan performa terbaik untuk larva BSF dengan nilai reduksi sampah, WRI, SR, dan ECD yang lebih tinggi dibandingkan pakan sampah buah-buahan.Sampah campuran dapur menghasilkan nilai reduksi sampah sebesar 0,76 kg/hari, WRI 76%, SR 82,25%, dan ECD 77,4%, sementara sampah buah-buahan hanya menghasilkan 0,41 kg/hari, WRI 41%, SR 26%, dan ECD 22,78%.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh rasio campuran sampah dapur dan buah-buahan terhadap efisiensi biokonversi. Selain itu, studi tentang keberlanjutan sistem pengelolaan sampah berbasis larva BSF dalam jangka panjang perlu dilakukan untuk memastikan keefektifannya. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan penerapan larva BSF pada jenis sampah organik lain, seperti limbah pertanian, untuk memperluas cakupan pemanfaatannya. Ide-ide ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan sampah dan mengurangi beban TPA melalui pendekatan berkelanjutan. Penelitian juga perlu mengevaluasi faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan larva BSF dalam skala komunitas. Dengan demikian, solusi inovatif dapat ditemukan untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.

Read online
File size633.5 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test