UNJAUNJA

BiospeciesBiospecies

Indonesia menghadapi banyak tantangan signifikan dalam pengelolaan sampah organik, dengan 37,87% dari total 38,7 juta ton sampah nasional (tahun 2024) belum terkelola. Limbah organik, seperti kulit buah, yang kerap dibuang ke TPA, berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan. Ekoenzim, produk fermentasi limbah organik (rasio 1:3:10 gula, substrat, air), muncul sebagai solusi inovatif untuk konversi limbah menjadi produk bernilai tambah. Selain mengurangi volume sampah, ekoenzim menghasilkan ozon (O₃) yang menekan efek rumah kaca, asam asetat antimikroba, dan senyawa pembersih alami. Kulit buah seperti jeruk, pisang, pepaya, semangka dan nanas menjadi substrat potensial karena kandungan selulosa dan pektinnya, namun karakteristik ekoenzim bergantung pada interaksi parameter kimia (pH, Total Titrasi Asam/TTA) dan biologis (Bakteri Asam Laktat/BAL, yeast). Penelitian terdahulu fokus pada ekoenzim berbasis satu jenis kulit buah, sementara potensi kombinasi berbagai kulit buah belum dieksplorasi secara holistik. Studi ini bertujuan menganalisis karakteristik ekoenzim kombinasi kulit buah melalui evaluasi parameter kimia (pH, TTA) dan mikrobiologis (populasi BAL, yeast). Hasil penelitian diharapkan memberikan panduan ilmiah bagi produksi ekoenzim berkualitas tinggi sekaligus mendukung strategi pengurangan sampah organik berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa ekoenzim yang dibuat berbasis kombinasi limbah kulit buah jeruk, pisang, pepaya, semangka, dan nanas memiliki karakteristik nilai pH sebesar 3,22, total titrasi asam (TTA) sebesar 0,46%.Populasi total BAL sebanyak 1,8 x 107 CFU/mL dan populasi total yeast sebanyak 5,7 x 107 CFU/mL.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji potensi kombinasi limbah kulit buah yang lebih beragam untuk meningkatkan keragaman senyawa bioaktif. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang interaksi sinergis antara parameter kimia (pH, TTA) dan biologis (BAL, yeast) dalam ekoenzim campuran. Pengembangan metode pengujian yang lebih akurat untuk mengevaluasi stabilitas jangka panjang ekoenzim juga menjadi arah penelitian penting. Studi ini dapat membuka peluang untuk memperluas aplikasi ekoenzim dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Penelitian juga perlu memvalidasi efektivitas ekoenzim sebagai agen antimikroba dalam skala besar. Selain itu, penelitian tentang dampak lingkungan dari produksi ekoenzim perlu diperluas untuk memastikan keberlanjutan proses. Kombinasi pendekatan teknologi dan ekonomi kreatif dapat menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan adopsi ekoenzim di masyarakat. Penelitian ini juga perlu mengidentifikasi spesies mikroba dominan dalam proses fermentasi untuk optimasi kualitas ekoenzim. Evaluasi ekonomi dan sosial dari penerapan ekoenzim dalam pengelolaan sampah perlu dilakukan untuk mendukung kebijakan publik. Terakhir, penelitian tentang penggunaan ekoenzim dalam sektor pertanian dan industri perlu dikembangkan untuk memaksimalkan manfaatnya.

  1. Analysis of Ecoenzyme Characteristics from Combination of Fruit Peel Waste | Biospecies. analysis ecoenzyme... online-journal.unja.ac.id/biospecies/en/article/view/44214Analysis of Ecoenzyme Characteristics from Combination of Fruit Peel Waste Biospecies analysis ecoenzyme online journal unja ac biospecies en article view 44214
Read online
File size458.1 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test