UMBARRUUMBARRU

JELITAJELITA

Everything Here Is Beautiful adalah sebuah novel karya Mira T. Lee yang menampilkan Lucia, seorang wanita keturunan Tionghoa‑Amerika yang berjuang melawan skizofrenia. Melalui novel ini, Mira T. Lee secara jelas menggambarkan perjuangan intensif hidup dengan skizofrenia serta tantangan menjalani kehidupan sehari‑hari. Skizofrenia merupakan gangguan mental kompleks yang menuntut peran penting keluarga dalam memberikan dukungan dan perawatan. Dengan menggunakan teori Sigmund Freud tentang pikiran tidak sadar, penelitian ini bertujuan menekankan peran krusial dinamika keluarga dalam membentuk kondisi individu dengan skizofrenia. Pendekatan kualitatif digunakan untuk melakukan analisis mendalam terhadap dinamika id, ego, dan superego guna mengungkap relaps skizofrenia yang dialami Lucia, menunjukkan bahwa dinamika keluarga yang disfungsional dapat memicu krisis identitas yang selanjutnya memperburuk gejala skizofrenia seperti halusinasi, delusi, perilaku abnormal, pemikiran tidak teratur, dan gangguan emosional.

Penelitian ini mengungkap bahwa konflik antara keinginan kebebasan (id) Lucia dan nilai keluarga yang restriktif (superego) menimbulkan krisis identitas yang memperparah gejala skizofrenia serta memicu relaps.Meskipun kondisi kesehatan mentalnya memburuk, Lucia tetap berupaya mencapai kesejahteraan subjektif, menunjukkan adanya ketahanan dalam menghadapi kesulitan hidup.Temuan ini menegaskan bahwa kajian sastra dapat menjadi lensa berharga untuk memahami kesehatan mental serta memberikan kontribusi pada perspektif klinis, terapeutik, dan pendidikan psikologi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah dinamika keluarga yang diidentifikasi dalam novel ini juga terlihat pada pasien skizofrenia nyata dengan menggunakan pendekatan metode campuran antara analisis kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh data yang lebih komprehensif. Selanjutnya, perbandingan kerangka teori psikoanalisis Freud dengan teori lain seperti Adler atau teori keterikatan dapat dilakukan pada karakter fiksi yang mengalami gangguan mental untuk menilai keunggulan masing‑masing dalam menjelaskan faktor keluarga. Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan pasien skizofrenia dari latar belakang budaya Tionghoa‑Amerika serta kelompok etnis lain dapat menelusuri pengaruh nilai budaya keluarga terhadap tingkat relaps, sehingga memberikan wawasan yang lebih luas tentang interaksi antara faktor psikososial dan biologis dalam proses pemulihan.

  1. MAKNA KEBAHAGIAAN PADA MAHASISWA PEREMPUAN DI ERA MILLENNIALS | Ariska | Psikoislamedia: Jurnal Psikologi.... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Psikoislam/article/view/6290MAKNA KEBAHAGIAAN PADA MAHASISWA PEREMPUAN DI ERA MILLENNIALS Ariska Psikoislamedia Jurnal Psikologi jurnal ar raniry ac index php Psikoislam article view 6290
  2. Research Methodological Choice: Explaining Research Designs; Qualitative and Quantitative Sample Size... doi.org/10.7176/jmcr/87-06Research Methodological Choice Explaining Research Designs Qualitative and Quantitative Sample Size doi 10 7176 jmcr 87 06
  3. Analisis Id Ego dan Super Ego pada Iklan Televisi Gojek Mempersembahkan: Cerdikiawan | Abstrak : Jurnal... journal.asdkvi.or.id/index.php/Abstrak/article/view/272Analisis Id Ego dan Super Ego pada Iklan Televisi Gojek Mempersembahkan Cerdikiawan Abstrak Jurnal journal asdkvi index php Abstrak article view 272
  4. Translation Techniques used by Accounting Students in Writing Abstracts | Philosophica: Jurnal Bahasa,... jurnal.unw.ac.id/index.php/philosophica/article/view/1878Translation Techniques used by Accounting Students in Writing Abstracts Philosophica Jurnal Bahasa jurnal unw ac index php philosophica article view 1878
Read online
File size321.22 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test