UBUB

Jurnal Ekonomi Pertanian dan AgribisnisJurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis

Kombinasi ketiga peran perempuan dalam pertanian anggur di Desa Banjar Buleleng Bali menjadi akar munculnya beban berlebih terhadap perempuan. Namun yang menarik adalah perempuan sendiri tidak merasa dirugikan atau terbebani dengan kondisi tersebut, melainkan mereka memaknai sebagai sesuatu yang wajar. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi bentuk kekuatan simbolik dalam pertanian anggur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam pertanian anggur di Desa Banjar memaknai triple roles sebagai bentuk kewajiban dan kodrat seorang perempuan, sehingga berbagai bentuk dominasi yang ada dalam peran-peran tersebut seolah tidak tampak. Kondisi ini disebut sebagai kekuatan simbolik oleh Piere Bourdieu, kekuatan ini sangat mulus masuk ke dalam struktur masyarakat pertanian anggur yang secara tidak langsung memperkuat budaya patriarki dalam masyarakat setempat. Secara tidak langsung kekuatan simbolik tersebut mempengaruhi keterbatasan akses dan control perempuan terhadap sumberdaya dan manfaat.

Keterlibatan perempuan petani anggur di Desa Banjar dalam triple role memicu terjadinya beban yang berlebih.Namun masyarakat setempat justru memaknai kondisi tersebut sebagai bentuk kewajiban yang memang layak dilakukan oleh perempuan.Bahkan perempuan sendiri merasa tidak keberatan atas kondisi tersebut karena dianggap sebagai bakti sebagai perempuan.Dalam pandangan Bourdieu hal ini disebut sebagai bentuk kekuatan simbolik yang artinya dominasi terjadi dengan mulus tanpa disadari oleh masyarakat.Berbagai bentuk dominasi tersebut bisa dilihat melalui analisis gender Harvard untuk mengetahui sejauh mana perempuan petani anggur dipinggirkan.

Untuk mengatasi ketimpangan gender dalam pertanian anggur di Desa Banjar, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada strategi-strategi konkret. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara praktis untuk meningkatkan akses dan kontrol perempuan terhadap sumber daya dan manfaat. Misalnya, bagaimana mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di organisasi subak dan kelompok tani, serta bagaimana memastikan bahwa perempuan memiliki kontrol penuh atas pendapatan dari penjualan anggur. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam budidaya dan pengolahan anggur, sehingga mereka dapat memiliki peran yang lebih signifikan dalam sektor pertanian anggur.

  1. Kesetaraan Gender pada Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu |... doi.org/10.23960/jsp.vol1.no2.2019.19Kesetaraan Gender pada Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu doi 10 23960 jsp vol1 no2 2019 19
  2. Menimbang Kodrat Perempuan antara Nilai Budaya dan Kategori Analisis | Refleksi: Jurnal Kajian Agama... journal.uinjkt.ac.id/index.php/refleksi/article/view/1000Menimbang Kodrat Perempuan antara Nilai Budaya dan Kategori Analisis Refleksi Jurnal Kajian Agama journal uinjkt ac index php refleksi article view 1000
  3. Dinamika peran ganda perempuan dalam keluarga petani di Indonesia | Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif... journal3.um.ac.id/index.php/fis/article/view/531Dinamika peran ganda perempuan dalam keluarga petani di Indonesia Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif journal3 um ac index php fis article view 531
Read online
File size300.22 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test