UBUB

Jurnal Ekonomi Pertanian dan AgribisnisJurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis

Kecamatan Kejajar merupakan kecamatan penghasil kentang terbesar di Kabupaten Wonosobo. Meskipun didukung oleh kondisi agroklimat yang ideal, produktivitas kentang di Kecamatan Kejajar belum mencapai potensi maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis . Analisis dilakukan menggunakan Matriks IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM. Hasil analisis menunjukkan bahwa agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar memiliki posisi internal yang kuat dan peluang eksternal yang tinggi, sehingga strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi pertumbuhan dan pembangunan (growth and build strategy). Analisis SWOT menghasilkan sepuluh alternatif strategi, sedangkan analisis QSPM memperoleh tiga prioritas strategi yaitu pertama adalah pelatihan teknologi modern berbasis pengalaman petani, kedua adalah diversifikasi produk olahan berbasis kentang dan ketiga adalah diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor internal pada agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar terdiri dari lima kekuatan dan lima kelemahan, sedangkan faktor eksternal terdiri dari lima peluang dan lima ancaman.Terdapat sepuluh alternatif strategi dalam pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar, yaitu pelatihan penggunaan teknologi modern berbasis pengalaman petani, diversifikasi produk olahan berbasis kentang, diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim, meningkatkan akses pada program kredit pertanian, digitalisasi pemasaran yang adaptif dan fleksibel, penguatan kelembagaan petani berbasis digital, pelatihan pengendalian hama dan adaptasi perubahan iklim, branding produk kentang Kecamatan Kejajar, advokasi kebijakan melalui forum petani dan konsolidasi lahan dan corporate farming.Terdapat tiga urutan prioritas strategi terpilih dalam pengembangan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar yaitu pertama adalah pelatihan penggunaan teknologi modern berbasis pengalaman petani, kedua adalah diversifikasi produk olahan berbasis kentang dan ketiga adalah diversifikasi pola tanam dan varietas adaptif iklim.

Untuk mengembangkan agribisnis kentang di Kecamatan Kejajar, disarankan agar Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo bersama penyuluh pertanian lapangan Kecamatan Kejajar melaksanakan kegiatan pelatihan teknologi pertanian modern secara bertahap dengan mengutamakan petani pelaksana aktif melalui kegiatan sekolah lapang (SL) yang mengintegrasikan praktik langsung penggunaan alat dan teknologi pertanian dan berbasis sharing petani berpengalaman/sukses sebagai narasumber lokal. Selain itu, kelompok tani di Kecamatan Kejajar perlu didorong untuk membangun unit pascapanen terpadu yang dilengkapi dengan fasilitas grading, sortasi, pengolahan dan pengemasan serta menjalin kemitraan pemasaran langsung dengan pasar modern atau industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah usahatani kentang. Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo juga perlu memfasilitasi pembentukan koperasi petani kentang di Kecamatan Kejajar yang memiliki unit layanan simpan pinjam dan penyewaan alat mesin pertanian modern untuk membantu petani mengatasi keterbatasan modal dan meningkatkan efisiensi budidaya.

Read online
File size279.51 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test