STIAAMUNTAISTIAAMUNTAI

Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU)Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU)

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ampukung, yang terletak di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, ditemukan beberapa masalah seperti Aparatur desa tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab, masih banyak yang belum menguasai keterampilan teknis dasar seperti pengelolaan administrasi dan teknologi informasi, kurang memiliki sikap kerja yang baik seperti disiplin dan integritas, serta minim kemampuan dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, hal ini berdampak pada pelayanan publik yang tidak sesuai jadwal, keterlambatan pembuatan surat-surat penting atau informasi yang berubah-ubah, pegawai desa terkesan lambat dalam merespons permintaan atau keluhan masyarakat, aparatur terkadang tidak mampu memberikan penjelasan yang jelas terkait prosedur layanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini kuantitatif deskriptif, jumlah sampel sebanyak 97 responden dan di analisis menggunakan SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompetensi Aparatur Desa memiliki pengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik dengan nilai P Values sebesar 0,000 < 0,05 dan dengan nilai t sebesar 27.810 (> t-tabel 1.984), hal ini berarti Hipotesis (Ha) diterima. Besar pengaruh diketahui dari struktur model penelitian in dapat diterima berdasarkan nilai R-Square diketahui Kompetensi mempengaruhi Kualitas Pelayan Publik sebesar 0.912 atau 91,2% sisanya 8,8% merupakan faktor lain yang turut mempengaruhi Kinerja Pegawai, termasuk didalamnya adalah error.

Penelitian menemukan pengaruh signifikan kompetensi aparatur desa terhadap kualitas pelayanan publik di Desa Ampukung, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.Bukti tersebut ditunjukkan oleh P-Value 0,000, t hitung 27,810 (>1,984) dan R-Square 0,912 yang menjelaskan 91,2% variasi kualitas layanan.Oleh karena itu, kompetensi aparatur berkontribusi positif signifikan terhadap mutu layanan, sementara 8,8% sisanya dipengaruhi faktor lain termasuk kemungkinan error pengukuran.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perbedaan pengaruh kompetensi aparatur desa terhadap kualitas layanan publik dengan membandingkan beberapa desa di berbagai sub-distrik, sehingga dapat menguji generalisasi temuan di luar Desa Ampukung (pertanyaan penelitian: bagaimana variasi efek kompetensi antar desa?). Selanjutnya, studi longitudinal dapat meneliti dampak program pelatihan kompetensi teknis, perilaku, dan konseptual selama periode waktu tertentu, untuk mengetahui apakah peningkatan kompetensi berkelanjutan menghasilkan perbaikan kualitas layanan yang berkelanjutan (pertanyaan penelitian: sejauh mana pelatihan kompetensi memengaruhi kualitas layanan publik dalam jangka panjang?). Akhirnya, pendekatan mixed‑methods dapat digabungkan untuk mengidentifikasi mekanisme internal yang menghubungkan dimensi kompetensi dengan indikator layanan (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy), sehingga memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor kunci yang memperkuat atau menghambat peningkatan layanan (pertanyaan penelitian: bagaimana dimensi kompetensi aparatur memengaruhi masing‑masing indikator kualitas layanan publik secara kualitatif dan kuantitatif?).

Read online
File size493.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test