UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menangani permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit tidak menular. Puskesmas Maiwa menunjukkan adanya peningkatan baik sasaran maupun bantuan pasca penerapan prolanis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan pelaksanaan program penatalaksanaan penyakit kronis (prolanis) dengan kepuasan peserta di Puskesmas Maiwa. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh peserta Prolanis yang terdiagnosis hipertensi dan diabetes melitus yang berjumlah 166 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengumpulan data seperti observasi, wawancara, survei, dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang meliputi uji validasi, uji reliabilitas, dan uji chi-square. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan konsultasi kesehatan, kunjungan rumah, dan pengingat SMS gateway menghasilkan nilai p sebesar 0,001 (p <0,005), aktivitas fisik memberikan nilai p sebesar 0,004 (p <0,005), sedangkan pendidikan kelompok dan pemantauan status kesehatan menunjukkan nilai p sebesar 0,002 (p <0,05).

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Maiwa mencakup enam kegiatan utama, yaitu konsultasi dokter, kunjungan rumah, latihan fisik, SMS gateway pengingat, edukasi kelompok, dan pemantauan kesehatan, dengan tingkat kepuasan peserta secara keseluruhan mencapai 79%.Mayoritas kegiatan Prolanis, termasuk konsultasi medis, kunjungan rumah, aktivitas fisik, edukasi kelompok (yang memiliki penerimaan terbaik 91,9%), dan pemantauan status kesehatan, menunjukkan hubungan signifikan dengan kepuasan peserta.Namun, kunjungan rumah memiliki persentase penerimaan terendah (27,4%), dan kegiatan pengingat SMS gateway, meskipun memiliki nilai p sebesar 0,001, dinyatakan tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap kepuasan peserta.

Penelitian ini telah memberikan wawasan berharga mengenai hubungan antara pelaksanaan program Prolanis dan kepuasan peserta di Puskesmas Maiwa. Namun, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif dan mengembangkan program Prolanis secara berkelanjutan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat relevan. Pertama, mengingat temuan bahwa kunjungan rumah jarang dilakukan dan pengingat SMS gateway kurang efektif, penelitian kualitatif mendalam diperlukan untuk mengeksplorasi secara detail persepsi dan preferensi peserta, terutama lansia, terkait metode komunikasi yang paling efektif dan hambatan spesifik yang mereka hadapi dalam partisipasi aktif. Penelitian ini juga dapat menginvestigasi mengapa pengingat SMS gateway, meskipun menunjukkan nilai p yang rendah dalam analisis statistik, dinyatakan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan peserta dalam kesimpulan, mencari penjelasan kontekstual yang mungkin terlewat oleh pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dapat merumuskan pertanyaan seperti: Bagaimana persepsi dan preferensi peserta Prolanis, terutama lansia, terhadap efektivitas metode pengingat program (seperti SMS gateway) dan hambatan partisipasi dalam kunjungan rumah dapat diidentifikasi secara kualitatif untuk merancang intervensi yang lebih relevan dan sesuai kebutuhan? Kedua, studi ini bersifat cross-sectional, sehingga tidak dapat mengukur dampak jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada studi longitudinal yang melacak peserta Prolanis selama periode waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk menilai apakah tingkat kepuasan yang tinggi benar-benar berkorelasi dengan perbaikan signifikan dalam indikator kesehatan klinis, seperti kontrol tekanan darah dan kadar gula darah, serta bagaimana kepuasan peserta berkembang seiring waktu. Pertanyaan penelitian yang relevan bisa berupa: Apakah partisipasi berkelanjutan dalam program Prolanis berkorelasi dengan perbaikan signifikan dalam indikator kesehatan klinis (misalnya, tekanan darah, kadar glukosa darah) dan mempertahankan tingkat kepuasan peserta dalam jangka panjang? Ketiga, karena penelitian ini hanya dilakukan di satu Puskesmas, generalisasi temuannya terbatas. Akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif yang melibatkan beberapa Puskesmas di berbagai wilayah dengan karakteristik demografi dan tingkat sumber daya yang berbeda. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor penentu kesuksesan implementasi Prolanis dan variasi tingkat kepuasan peserta di berbagai konteks, memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih luas. Contoh pertanyaan penelitian: Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi variasi keberhasilan implementasi program Prolanis dan tingkat kepuasan peserta di Puskesmas dengan karakteristik demografi atau ketersediaan sumber daya yang berbeda di wilayah yang lebih luas? Gabungan dari ketiga pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kaya dan mendalam, yang pada akhirnya akan mendukung pengembangan program Prolanis yang lebih efektif dan adaptif.

  1. Pemberian Edukasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional... doi.org/10.25157/ag.v6i1.13678Pemberian Edukasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis Prolanis bagi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional doi 10 25157 ag v6i1 13678
  2. Analisis Pelaksanaan Program Prolanis Di Puskesmas Rawat Inap Biha Kabupaten Pesisir Barat | Poltekita... jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/JIK/article/view/505Analisis Pelaksanaan Program Prolanis Di Puskesmas Rawat Inap Biha Kabupaten Pesisir Barat Poltekita jurnal poltekkespalu ac index php JIK article view 505
  3. ANALISIS PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) BPJS KESEHATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/4065ANALISIS PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS PROLANIS BPJS KESEHATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI journal universitaspahlawan ac index php jkt article view 4065
Read online
File size284.6 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test