UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Program ini membutuhkan aksi kolaboratif dari semua pihak, akan tetapi masih terkendala di proses input, proses dan output sehingga proses distribusinya belum baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana input, proses dan output tersebut agar terlaksana dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan pengambilan sampel cluster random sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, populasi, dan kuesioner. Selain itu menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan pembiayaan dengan nilai p sebesar 0,018 (p < 0,005) dan pelaksanaan program PMT dengan nilai p sebesar 0,007 (p < 0,005) menunjukkan hubungan signifikan terhadap status gizi balita di Kelurahan Rappang, sedangkan sumber daya manusia (SDM) dengan nilai p sebesar 0,104 (p > 0,005) tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap status gizi balita di Kelurahan Rappang.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) pada status gizi balita di Kelurahan Rappang, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembiayaan terhadap status gizi balita dengan nilai p = 0,018.Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pelaksanaan program PMT terhadap status gizi balita dengan nilai p = 0,007.Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sumber daya manusia (SDM) terhadap status gizi balita dengan nilai p = 0,104.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara longitudinal efek pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap perubahan status gizi balita selama periode setidaknya dua tahun, sehingga dapat menilai keberlanjutan dan dampak jangka panjang program. Selanjutnya, studi kualitatif yang melibatkan ibu-ibu balita dapat menggali faktor-faktor perilaku, pengetahuan, dan hambatan budaya yang mempengaruhi kepatuhan terhadap program PMT, sehingga memberikan insight untuk perbaikan strategi penyuluhan. Selain itu, penelitian eksperimental yang menguji kombinasi intervensi pelatihan sumber daya manusia (SDM) kesehatan dengan modul edukasi gizi bagi keluarga dapat menilai apakah peningkatan kompetensi petugas posyandu meningkatkan efektivitas distribusi PMT dan memperbaiki status gizi balita. Ketiga ide penelitian tersebut diharapkan dapat melengkapi temuan saat ini, memperkuat bukti kebijakan, dan memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan program PMT.

  1. Journal of Maternal and Child Health. journal maternal child health issn publisher masters program public... doi.org/10.26911/thejmch.2019.04.04.01Journal of Maternal and Child Health journal maternal child health issn publisher masters program public doi 10 26911 thejmch 2019 04 04 01
Read online
File size296.13 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test