UBBGUBBG

Jurnal PenjaskesrekJurnal Penjaskesrek

Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen kondisi fisik mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Palembang tahun akademik 2024/2025. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 40 mahasiswa aktif yang bersedia mengikuti tes kondisi fisik. Pengumpulan data dilakukan melalui Indonesian Physical Freshness Test (TKJI) usia 19–25 tahun yang mencakup lima item tes: lari 60 meter, pull‑up, sit‑up, lompatan vertikal, dan lari 1200 meter. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi fisik mahasiswa secara umum berada dalam kategori baik, dengan nilai rata‑rata untuk kekuatan otot lengan 32 kali, kekuatan otot perut 35 kali, daya tahan kardiopulmoner 2.500 meter, kecepatan 7,0 detik, kelincahan 10,8 detik, fleksibilitas 22 cm, dan eksplosivitas otot kaki 48 cm. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Palembang tahun akademik 2024/2025 memiliki kondisi fisik yang baik, namun peningkatan berkelanjutan melalui program latihan terstruktur masih diperlukan untuk mencapai tingkat kebugaran optimal.

Kemampuan kebugaran fisik mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas PGRI Palembang pada tahun akademik 2024/2025 secara keseluruhan berada pada kategori baik, dengan kekuatan otot, fleksibilitas, dan eksplosivitas otot kaki menunjukkan pencapaian tertinggi.Namun, komponen daya tahan kardiopulmoner, kecepatan, dan kelincahan masih berada pada kategori cukup, menandakan perlunya penekanan pada latihan aerobik, latihan kecepatan, dan latihan kelincahan agar dapat dicapai tingkat kebugaran yang lebih optimal.Oleh karena itu, integrasi program latihan sistematis dan berkelanjutan ke dalam proses pembelajaran mahasiswa sangat penting untuk meningkatkan keterampilan biomotorik dan kesiapan profesional mereka sebagai pendidik jasmani dan pelatih.

Berikut ini tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dijadikan rujukan: pertama, menyelidiki efek program latihan intermiten berintensitas tinggi (HIIT) terhadap peningkatan daya tahan kardiopulmoner dan kecepatan pada mahasiswa Pendidikan Jasmani, dengan mengukur perubahan VO2max, waktu sprint 60 meter, dan waktu lari 1200 meter sebelum dan sesudah intervensi. kedua, mengevaluasi hubungan antara frekuensi dan intensitas latihan kelincahan serta koordinasi (misalnya drill tangga, zig‑zag, dan sprint reaksi) dengan peningkatan skor kelincahan pada tes shuttle run, serta pengaruhnya terhadap performa praktikum olahraga di kelas. ketiga, membandingkan efektivitas metode pelatihan eksplosif berbasis plyometric versus latihan berat standar (bench press, pull‑up) dalam meningkatkan kemampuan vertikal jump dan daya kompresi otot kaki, serta dampaknya terhadap keterampilan teknik dalam olahraga kompetitif seperti basket dan sepak bola.

  1. Improvement of Motor Skills and Motivation to Learn Physical Education Through the Use of Traditional... doi.org/10.17309/tmfv.2024.1.04Improvement of Motor Skills and Motivation to Learn Physical Education Through the Use of Traditional doi 10 17309 tmfv 2024 1 04
  2. Innovation in physical testing equipment for karate junior kumite category | Journal Sport Area. innovation... doi.org/10.25299/sportarea.2024.vol9(1).14696Innovation in physical testing equipment for karate junior kumite category Journal Sport Area innovation doi 10 25299 sportarea 2024 vol9 1 14696
  3. Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Rangka Mewujudkan Merdeka Belajar | JURNAL JENDELA PENDIDIKAN. pembelajaran... ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJP/article/view/301Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Rangka Mewujudkan Merdeka Belajar JURNAL JENDELA PENDIDIKAN pembelajaran ejournal jendelaedukasi index php JJP article view 301
Read online
File size432.53 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test