UBBGUBBG
Jurnal PenjaskesrekJurnal PenjaskesrekEfektivitas mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dinilai dari perspektif guru, dengan mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur pendukung, khususnya tidak tersedianya lapangan olahraga, pada SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode survei, melibatkan seluruh populasi guru sebanyak tiga puluh sembilan peserta, termasuk guru PJOK dan guru lintas disiplin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan memiliki reliabilitas tinggi, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap efektivitas keseluruhan instruksi dikategorikan baik (68,67%). Dimensi internal guru memperoleh pencapaian tertinggi (71,92%), diikuti oleh faktor eksternal (69,70%) dan efektivitas metode pembelajaran serta hasil belajar (69,17%). Namun, terdapat kesadaran bersama akan adanya kesenjangan antara dukungan kebijakan dan kecukupan fasilitas, dengan hampir setengah responden menyatakan adanya keterbatasan infrastruktur. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki kompetensi dan adaptabilitas yang kuat, proses pembelajaran masih dibatasi oleh kurangnya fasilitas. Oleh karena itu, penelitian menekankan pentingnya kolaborasi strategis dan integrasi solusi teknologi untuk menjembatani kesenjangan tersebut, sehingga potensi guru dapat terwujud secara optimal.
Persepsi guru mengenai efektivitas metode pembelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan) di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta dikategorikan “baik (68,67%).Tingkat kompetensi pedagogis internal guru yang tinggi mampu meredam konsekuensi negatif yang timbul akibat keterbatasan infrastruktur, khususnya tidak adanya lapangan olahraga milik sekolah.Efektivitas pembelajaran tidak ditentukan semata oleh kelengkapan fasilitas, melainkan juga oleh kapasitas guru sebagai agen penyeimbang melalui strategi instruksional adaptif, meskipun hasil belajar belum mencapai tingkat “sangat baik.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penggunaan teknologi video analisis gerakan berbasis smartphone dapat meningkatkan kompetensi motorik siswa pada mata pelajaran PJOK di sekolah dengan keterbatasan lapangan. Penelitian tersebut dapat memakai desain eksperimen dengan kelompok kontrol dan intervensi, serta mengukur perubahan pada aspek psikomotor, kognitif, dan afektif siswa. Selanjutnya, perlu dilakukan studi kualitatif untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap efektivitas pembelajaran PJOK yang mengintegrasikan media interaktif dibandingkan dengan metode tradisional di lingkungan sekolah urban yang tidak memiliki fasilitas olahraga lengkap. Fokusnya meliputi analisis pengalaman belajar, motivasi, serta hambatan yang dihadapi siswa dalam mengakses media digital. Penelitian ketiga dapat menguji model kemitraan antara sekolah menengah dan fasilitas olahraga publik dalam rangka optimalisasi penggunaan ruang terbuka untuk kegiatan PJOK, serta menilai dampaknya terhadap kepuasan guru dan hasil belajar. Model tersebut dapat diimplementasikan melalui kerja sama formal antara pihak sekolah, dinas olahraga, dan komunitas setempat, kemudian dievaluasi dengan pendekatan mixed‑methods. Selain itu, studi longitudinal dapat menelusuri perubahan persepsi guru terhadap kebijakan pendidikan jasmani setelah pelaksanaan program kolaboratif tersebut selama dua tahun. Dengan menggabungkan temuan dari ketiga arah penelitian ini, dapat dibangun kerangka kebijakan yang lebih responsif terhadap keterbatasan infrastruktur serta memaksimalkan peran guru sebagai agen adaptif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK.
- Deep Learning: Bagaimana Implementasinya Pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan... jipp.unram.ac.id/index.php/jipp/article/view/3227Deep Learning Bagaimana Implementasinya Pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan jipp unram ac index php jipp article view 3227
- PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENJAS SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW | Jurnal Penjaskesrek. pembelajaran... doi.org/10.46244/penjaskesrek.v11i1.2586PEMBELAJARAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENJAS SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW Jurnal Penjaskesrek pembelajaran doi 10 46244 penjaskesrek v11i1 2586
- STANDARISASI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA ANGGAR DI BANDA ACEH | Jurnal Penjaskesrek. standarisasi prasarana... ejournal.bbg.ac.id/penjaskesrek/article/view/1764STANDARISASI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA ANGGAR DI BANDA ACEH Jurnal Penjaskesrek standarisasi prasarana ejournal bbg ac penjaskesrek article view 1764
| File size | 393.07 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
E GREENATIONE GREENATION Metode kuantitatif dengan pendekatan survei diterapkan; data dikumpulkan dari 100 responden melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural EquationMetode kuantitatif dengan pendekatan survei diterapkan; data dikumpulkan dari 100 responden melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation
UBBGUBBG Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Net Games pickleball dalam pembelajaranBerdasarkan hasil penelitian dan diskusi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Net Games pickleball dalam pembelajaran
UBBGUBBG Secara keseluruhan, media permainan papan berbasis Catur Surakarta dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani padaSecara keseluruhan, media permainan papan berbasis Catur Surakarta dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani pada
GOODWOODPUBGOODWOODPUB Namun, tantangan regulasi, implementasi, dan inovasi terus menghambat potensi penuhnya. Studi ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur keuangan,Namun, tantangan regulasi, implementasi, dan inovasi terus menghambat potensi penuhnya. Studi ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur keuangan,
GOODWOODPUBGOODWOODPUB Pendidikan ini meningkatkan keterampilan kritis, pemikiran inovatif, dan pengetahuan praktis, yang pada gilirannya dapat meningkatkan peluang mahasiswaPendidikan ini meningkatkan keterampilan kritis, pemikiran inovatif, dan pengetahuan praktis, yang pada gilirannya dapat meningkatkan peluang mahasiswa
UNTRIMBALIUNTRIMBALI Konflik di tempat kerja memiliki dampak yang sangat menguntungkan bagi kinerja perawat, sedangkan lingkungan kerja memiliki dampak yang sangat merugikan.Konflik di tempat kerja memiliki dampak yang sangat menguntungkan bagi kinerja perawat, sedangkan lingkungan kerja memiliki dampak yang sangat merugikan.
STFTKIJNESTFTKIJNE Harapannya tulisan ini bisa bermanfaat untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Indonesia dibangun atas keberagaman, sehingga semboyan Bhineka TunggalHarapannya tulisan ini bisa bermanfaat untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Indonesia dibangun atas keberagaman, sehingga semboyan Bhineka Tunggal
STFTKIJNESTFTKIJNE Sekolah ini termasuk sekolah yang dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Saat ini, sekolah juga menerapkan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran.Sekolah ini termasuk sekolah yang dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Saat ini, sekolah juga menerapkan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran.
Useful /
E GREENATIONE GREENATION Motivasi kerja meningkatkan keinginan, semangat, dan tanggung jawab karyawan, sedangkan disiplin kerja memastikan kepatuhan terhadap prosedur, konsistensi,Motivasi kerja meningkatkan keinginan, semangat, dan tanggung jawab karyawan, sedangkan disiplin kerja memastikan kepatuhan terhadap prosedur, konsistensi,
E GREENATIONE GREENATION Penelitian ini meneliti pengaruh kinerja keuangan, Enterprise Risk Management (ERM), struktur kepemilikan pemerintah, dan Risk-Based Bank Rating (RBBR)Penelitian ini meneliti pengaruh kinerja keuangan, Enterprise Risk Management (ERM), struktur kepemilikan pemerintah, dan Risk-Based Bank Rating (RBBR)
E GREENATIONE GREENATION unit ini relatif memadai untuk menangani kejahatan konvensional tetapi menghadapi kesenjangan serius dalam menghadapi tantangan kriminal kontemporer, terutamaunit ini relatif memadai untuk menangani kejahatan konvensional tetapi menghadapi kesenjangan serius dalam menghadapi tantangan kriminal kontemporer, terutama
UBBGUBBG 500 meter, kecepatan 7,0 detik, kelincahan 10,8 detik, fleksibilitas 22 cm, dan eksplosivitas otot kaki 48 cm. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan500 meter, kecepatan 7,0 detik, kelincahan 10,8 detik, fleksibilitas 22 cm, dan eksplosivitas otot kaki 48 cm. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan