UMKUMK

Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan IslamTa lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam

Penelitian ini menyelidiki kompleksitas model kemandirian finansial pesantren di Indonesia melalui lensa integratif ilmu sosial, budaya, dan ekonomi syariah. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai episentrum pendidikan agama Islam tradisional, tetapi juga sebagai entitas sosio‑ekonomi‑kultural yang mandiri, membentuk ekosistem ekonomi yang khas yang tertanam kuat dalam nilai‑nilai keagamaan, norma sosial, dan kearifan lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus multi‑lokasi mendalam, penelitian ini mengungkap bahwa kemandirian finansial pesantren dibangun dan dipertahankan melalui simbiosis mutualistik tiga pilar utama: Pilar Sosial‑Keagamaan (modal sosial, jaringan nasab, donasi ziarah dan wakaf), Pilar Budaya‑Kewirausahaan (unit usaha produktif seperti pertanian terintegrasi, peternakan, UMKM berbasis keterampilan) yang sekaligus menjadi laboratorium pendidikan karakter, dan Pilar Kelembagaan‑Ekonomi Syariah (adopsi dan adaptasi instrumen keuangan syariah formal seperti BMT, investasi syariah, bagi hasil). Temuan menunjukkan model hybrid socio‑economic religious enterprise yang menggabungkan logika sosial, budaya, dan ekonomi, serta menyoroti tantangan profesionalisasi manajemen, regenerasi kepemimpinan, dan integrasi dengan ekosistem ekonomi syariah nasional dan global tanpa kehilangan identitas lokal.

Model kemandirian finansial pesantren merupakan sistem ekonomi hybrid yang didorong oleh tiga pilar.Keberhasilan model ini berakar pada modal sosial, nilai budaya, dan prinsip syariah, sekaligus mengakibatkan ketergantungan pada otoritas kiai dan tantangan profesionalisasi.Tantangan utama meliputi kebutuhan akan tata kelola manajemén yang lebih transparan, regenerasi kepemimpinan yang memahami praktik bisnis modern, serta integrasi yang lebih efektif dengan pasar nasional dan global.

1. Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi bagaimana mekanisme “trust‑based funding di pesantren dapat dipadukan dengan model pendanaan inovatif seperti micro‑equity crowd‑funding, agar tidak bergantung sepenuhnya pada otoritas kiai, dan sekaligus memperkuat akuntabilitaskeuangan.. 2. Kajian tambahan dapat meneliti dampak digitalisasi layanan pesantren terhadap efisiensi operasional unit usaha, serta menilai bagaimana digital literacy santri dapat dimanfaatkan sebagai alat pengembangan usaha baru.. 3. Analisis komparatif antara pesantren berorientasi tradisional dan pesantren modern dalam menanggapi pandemi COVID‑19 dapat memberikan wawasan tentang faktor-faktor resilience yang dapat diterapkan di konteks pesantren lain di Indonesia.

Read online
File size405.18 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test