IAI TABAHIAI TABAH

Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran IslamAlamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam

Media sosial menjadi alat untuk menyampaikan pendapat seseorang dengan mudah, dengan demikian kerap terjadi pendapat seseorang yang disampaikan melalui media sosial yang melewati batas wajar dan didasari dengan kebencian sehingga diperlukan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi melalui media sosial, dalam hal ini seperti yang kita ketahui bahwasannya al-Quran membahas enam cara untuk berkomunikasi, contohnya yang pertama ada Qaulan Karimah, kedua Qaulan Maysura, ketiga Qaulan Balighan, keempat Qaulan Layyinan, kelima Qaulan Sadidan, dan terakhir ada Qaulan Marufan. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari sumber studi pustaka, seperti dari referensi jurnal (nasional & internasional), artikel, buku - buku, al-Quran dan hadist yang membahas mengenai strategi mengatasi hate speech di media sosial. Pemahaman dari enam cara untuk berkomunikasi itu membantu untuk mengatasi permasalahan di media sosial.

Dengan adanya globalisasi saat ini, dikatakan bahwa “new media“ menjadi media yang paling banyak digunakan oleh mayoritas masyarakat di berbagai belahan dunia.Mudahnya akses internet saat ini, meningkatkan potensi informasi dan juga berita yang mengandung ujaran kebencian atau hate speech sangatlah besar.Faktor yang menyebabkan ujaran kebencian pun karena tidak tersedianya pembatasan pertimbangan baik dan buruk dalam berkomentar menjadi awal penyalahgunaan media sosial.perlu kita ingat bahwa menggunakan media sosial harus berpegang teguh terhadap prinsip dan juga agama, karena jika tidak berpegang teguh terhadap kedua hal itu akan menyebabkan fenomena ujaran kebencian di media sosial.Dan juga setiap mengunggah sesuatu atau berkomentar pastikan bahwa kata-kata yang kita pilih adalah yang terbaik, tidak menyinggung perasaan orang lain dan merugikannya.berfirman dalam Al-Quran Surat AlBaqarah ayat 83.Sedangkan melihat ujaran kebencian dapat membuat seseorang ikut melontarkan ujaran kebencian juga.Salah satu penyebab dari hal tersebut adalah maraknya pengguna media sosial yang hanya ikut-ikutan saja baik menyebarkan atau membuat unggahan yang sama tanpa mengetahui maksud/pesan asli/jenis dari sebuah unggahan karena sedang ramai diperbincangkan.Ujaran kebencian memprovokasi seseorang untuk melakukan hal itu juga.Jadi, prasangka bisa menjadi penyebab dan juga bisa menjadi dampak untuk target kebencian adalah Prasangka terhadap target kebencian.Prasangka merupakan sikap yang memiliki konotasi yang negatif yang ditujukan kepada orang lain sebagai individu atau anggota kelompok.Prasangka bisa berwujud dalam ranah kognitif seperti pandangan buruk tanpa dasar kepada orang lain atau kelompok lain, bisa juga dalam bentuk perasaan negatif seperti kebencian dan kedengkian kepada orang lain atau kelompok lain.Akhirnya, prasangka bisa juga mewujud dalam bentuk tindakan diskriminatif dan perlakuan semena-mena yang menimbulkan luka psikis maupun fisik terhadap korban ujaran kebencian.

Untuk mengatasi ujaran kebencian di media sosial, penelitian ini mengusulkan beberapa strategi yang dapat diterapkan. Pertama, perlu adanya pembatasan terhadap kebebasan berekspresi melalui media sosial. Pembatasan ini dapat dilakukan dengan menerapkan aturan-aturan yang jelas dan tegas mengenai apa yang dapat dan tidak dapat diungkapkan melalui media sosial. Kedua, penting untuk meningkatkan pemahaman tentang cara berkomunikasi yang baik dan sopan. Dalam Islam, ada enam cara berkomunikasi yang harus diterapkan, yaitu Qaulan Kariman, Qaulan Maysura, Qaulan Balighan, Qaulan Layyinan, Qaulan Sadidan, dan Qaulan Marufan. Ketiga, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang dampak negatif dari ujaran kebencian. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi dan diskursus di universitas, serta melibatkan mahasiswa dan akademisi dalam mengeksplorasi ide-ide baru yang lebih komprehensif tentang ujaran kebencian. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa di seluruh universitas.

Read online
File size840.62 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test