DINASTIRESDINASTIRES

Jurnal Komunikasi dan Ilmu SosialJurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial

Transformasi digital telah mendorong penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) generatif dalam mengelola komunikasi krisis pariwisata. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran AI sebagai sumber pesan, pengaruh transparansi dalam penggunaannya terhadap reputasi destinasi, dan memperluas Teori Komunikasi Krisis Situasional (SCCT) di era digital. Krisis pariwisata Bali berfungsi sebagai konteks penelitian untuk mengkaji dinamika interaksi dengan audiens global. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis konten dan wawancara mendalam, studi ini menguji efektivitas pesan krisis berbasis AI di berbagai klaster krisis. Hasil menunjukkan bahwa AI memberikan efisiensi absolut dalam hal kecepatan respons waktu nyata dan skalabilitas bahasa untuk audiens heterogen. Namun, efektivitas AI sangat bergantung pada karakteristik krisis dalam kerangka SCCT. AI bekerja optimal dalam krisis klaster korban, seperti bencana alam, yang membutuhkan ketelitian data, tetapi mengalami defisit empati dalam krisis klaster yang dapat dicegah, seperti pelanggaran norma budaya yang menuntut pertanggungjawaban moral manusia. Mengenai transparansi, pengungkapan penggunaan AI memperkuat persepsi organisasi tentang akuntabilitas digital dan mengurangi kemarahan netizen. Sebaliknya, menyembunyikan keterlibatan AI demi menciptakan kesan positif yang semu membawa risiko tinggi memicu krisis reputasi sekunder jika terjadi pelanggaran algoritma. Penelitian ini berhasil merumuskan konstruksi baru, Suara Korporasi Algoritma (Algorithmic Corporate Voice/ACV), untuk memperluas SCCT tradisional, yang selama ini hanya berfokus pada aktor manusia. ACV menjelaskan bahwa suara algoritma suatu organisasi dievaluasi oleh publik melalui tiga pilar keadilan algoritma: prosedural, interaksional, dan distributif. Penelitian ini merekomendasikan model hibrida adaptif yang menggabungkan kecepatan komputasi AI dengan kurasi empati manusia dan nilai-nilai keramahan lokal Bali untuk menjaga reputasi destinasi yang berkelanjutan di dunia maya.

Integrasi AI dalam komunikasi krisis pariwisata Bali meningkatkan kecepatan distribusi informasi dan skalabilitas bahasa, namun efektivitasnya tergantung pada jenis krisis, bekerja optimal pada krisis korban seperti bencana alam dan kurang pada krisis yang dapat dicegah karena defisit empati.pengungkapan meningkatkan akuntabilitas digital dan mengurangi kemarahan netizen meski proses pemulihan lebih lambat, sedangkan menyembunyikan AI berisiko menimbulkan krisis reputasi sekunder jika terdeteksi.Penelitian memperluas kerangka SCCT dengan memperkenalkan konsep Suara Korporasi Algoritmik (ACV) yang menilai AI sebagai suara organisasi melalui tiga pilar keadilan algoritmik, dan menekankan kebutuhan model kolaboratif hibrida yang menggabungkan kecepatan AI dengan empati manusia dan nilai budaya Bali untuk menjaga reputasi berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana kombinasi antara pesan krisis yang dihasilkan oleh AI dan intervensi manusia yang menambahkan elemen empati dapat meningkatkan kepercayaan publik pada krisis yang dapat dicegah, seperti pelanggaran norma budaya. Selain itu, studi komparatif dapat ditujukan untuk menguji persepsi transparansi penggunaan AI dalam komunikasi krisis di berbagai budaya wisatawan, misalnya membandingkan respons netizen dari negara Barat dengan Asia Tenggara, guna mengetahui apakah faktor budaya memoderasi efek pengungkapan AI terhadap reputasi destinasi. Selanjutnya, pengembangan model evaluasi keadilan algoritmik secara real‑time dapat menjadi fokus, dengan merancang indikator prosedural, interaksional, dan distributif yang dapat diukur selama situasi krisis dan menguji bagaimana kepatuhan terhadap ketiga pilar tersebut mempengaruhi pemulihan reputasi. Akhirnya, penelitian eksperimental dapat menguji efektivitas model kolaboratif hibrida yang mengintegrasikan kecepatan pemrosesan AI dengan kurasi empatik manusia dalam skenario krisis simulasi, untuk menentukan kombinasi optimal yang meminimalkan dampak negatif dan menumbuhkan reputasi berkelanjutan bagi destinasi wisata.

Read online
File size511.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test