UIMAUIMA

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia MajuJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju

Balita merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan, terutama yang berkaitan dengan nutrisi dan pertumbuhan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orangtua tentang pola pemberian makan pada balita yang tepat sehingga mengakibatkan penurunan berat badan dan status gizi yang tidak optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya menjaga pola makan sehat pada balita dan bagaimana cara efektif untuk meningkatkan nafsu makan melalui pelatihan pijat Tui Na yang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan relaksasi, serta merangsang sistem pencernaan pada balita. Metode yang digunakan adalah pemberian pelatihan pijat Tui Na kepada ibu yang memiliki balita di Desa Sagarcipta. Setelah kegiatan pengabdian masayarakat ini dilaksanakan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan ibu balita tentang tehnik pijat Tui Na dari dengan taraf signifikansi 0,000 < α (0,05). Kegiatan ini meningkatkan keterampilan ibu untuk melakukan pijat Tui Na karena mudah diterapkan dan bermanfaat untuk neningkatkan nafsu makan balita, sehingga akan memberikan kontribusi pada perbaikan status gizi serta meningkatkan kesehatan balita.

Kegiatan pelatihan pijat Tui Na bagi ibu balita di Desa Sagaracipta telah dilaksanakan secara sistematis dan menghasilkan peningkatan signifikan pada pengetahuan serta keterampilan ibu dalam menerapkan teknik pijat tradisional untuk meningkatkan nafsu makan dan kesehatan balita.Peningkatan tersebut berkontribusi pada perbaikan status gizi balita dan dapat dijadikan contoh model upaya peningkatan kesehatan anak berbasis kearifan lokal.Sebagai tindak lanjut, disarankan dilakukan pendampingan berkelanjutan serta replikasi program ke wilayah lain untuk memperluas manfaat pelatihan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan pijat Tui Na terhadap pertumbuhan fisik, status gizi, dan frekuensi makan balita selama periode minimal satu tahun, dengan menggunakan desain eksperimen terkontrol yang membandingkan kelompok intervensi yang menerima pelatihan dan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi apa pun, sehingga dapat diketahui apakah peningkatan pengetahuan ibu berkelanjutan menghasilkan perubahan positif pada anaknya. Selanjutnya, diperlukan studi yang menelaah efektivitas kombinasi antara pelatihan pijat Tui Na dan edukasi gizi yang disampaikan melalui platform digital seperti aplikasi mobile atau video daring, guna memperluas jangkauan kepada ibu‑ibu di daerah terpencil serta mempermudah akses materi edukatif, dan mengukur apakah pendekatan hibrida ini meningkatkan kepatuhan ibu dalam menerapkan teknik pijat serta memperbaiki asupan makanan balita. Selain itu, penelitian kualitatif dapat menggali persepsi, nilai budaya, dan hambatan yang dihadapi masyarakat beragam dalam mengadopsi teknik pijat Tui Na, sehingga dapat dikembangkan modul pelatihan yang lebih sensitif terhadap konteks lokal, melibatkan tokoh masyarakat, dan menyesuaikan bahasa serta contoh praktis. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah, memperluas jangkauan intervensi, dan meningkatkan keberlanjutan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh anak‑anak balita di seluruh Indonesia.

  1. Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tuina Dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita: Optimization... doi.org/10.33221/jpmim.v6i01.3971Optimalisasi Pengetahuan Ibu Melalui Pelatihan Pijat Tuina Dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Optimization doi 10 33221 jpmim v6i01 3971
Read online
File size482.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test