KEMENDAGRIKEMENDAGRI

Government and StatisticsGovernment and Statistics

Provinsi Indonesia sedang mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam rangka melakukan pengembangan ekonomi pasca COVID-19. Pulau Jawa dan Sumatera merupakan pulau dengan jumlah KEK terbanyak di Indonesia dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cenderung mendominasi struktur perekonomian di Indonesia. Pada dasarnya, tingkat perekonomian diharapkan stabil dan atau meningkat. Akan tetapi, terjadinya inflasi seringkali menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat perekonomian di suatu wilayah. Pengelompokan dan pemetaan wilayah berdasarkan nilai inflasi yang dilakukan pada penelitian ini dapat menjadi upaya dalam pengendalian inflasi. Salah satu metode statistik untuk pengelompokan wilayah adalah metode k-means clustering. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan terbentuk tiga klaster berdasarkan indikator pengeluaran, dengan rincian yaitu sebanyak 25 kabupaten/kota masuk pada klaster pertama, sebanyak 21 kabupaten/kota masuk pada klaster kedua, dan 4 kabupaten/kota masuk pada klaster ketiga. Di mana dari ketiga klaster yang terbentuk, karakteristik pada indikator makanan, minuman dan tembakau; perumahan, listrik, dan bahan bakar rumah; kesehatan; rekreasi, olahraga dan budaya; serta penyediaan makanan dan minuman (restoran) memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada masing-masing klaster yang terbentuk. Oleh karena itu, dalam penyusunan kebijakan terkait pengendalian inflasi, pemerintah disarankan membuat kebijakan yang berbeda pada setiap klaster terkait indikator-indikator tersebut. Selain itu, pemerintah juga perlu membuat kebijakan untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat terhadap indikator pengeluaran yang cenderung tinggi pada setiap klaster, sehingga diharapkan inflasi pada indikator-indikator tersebut stabil dan dapat terkendali secara efektif dan efisien.

Penelitian ini membentuk tiga klaster berdasarkan indikator pengeluaran yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam karakteristik inflasi.Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pengendalian inflasi sesuai dengan karakteristik setiap klaster.Selain itu, fokus pada indikator pengeluaran yang tinggi di setiap klaster diperlukan untuk menjaga stabilitas inflasi.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak KEK terhadap inflasi di masing-masing klaster yang telah terbentuk untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan ekonomi khusus. 2. Penggunaan metode clustering alternatif, seperti hierarkis atau DBSCAN, dapat dikembangkan untuk membandingkan akurasi dan keandalan pengelompokan wilayah berdasarkan indikator inflasi. 3. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pengendalian inflasi yang telah diterapkan di setiap klaster, dengan fokus pada indikator yang menunjukkan perbedaan signifikan, seperti makanan dan kesehatan, untuk menemukan pendekatan yang lebih efisien.

  1. Penerapan Clustering Pada Laju Inflasi Kota Di Indonesia Dengan Algoritma K-Means | Prayoga | Brahmana... doi.org/10.30645/brahmana.v1i1.4Penerapan Clustering Pada Laju Inflasi Kota Di Indonesia Dengan Algoritma K Means Prayoga Brahmana doi 10 30645 brahmana v1i1 4
Read online
File size461.88 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test