UMSRAPPANGUMSRAPPANG

MALLOMO: Journal of Community ServiceMALLOMO: Journal of Community Service

Stunting masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan manusia di Indonesia, terutama di komunitas pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam pencegahan stunting dari perspektif pendidikan nonformal di Kabupaten Bengkulu Utara. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan di Desa Karang Anyar dan Desa Talang Pasak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan KPM, tenaga kesehatan, pejabat desa, dan keluarga penerima manfaat. Temuan menunjukkan bahwa KPM memainkan peran strategis tidak hanya sebagai pelaksana program kesehatan, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran masyarakat, mediator sosial, dan agen perubahan perilaku. Melalui kegiatan pendidikan partisipatif, kunjungan rumah, dan bantuan gizi yang kontekstual, KPM berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gizi anak dan praktik pengasuhan. Efektivitas peran mereka dipengaruhi oleh kondisi sosio-budaya, dukungan kelembagaan, dan partisipasi masyarakat. Studi ini menyoroti pentingnya memperkuat kompetensi komunikasi dan fasilitasi untuk mendukung pencegahan stunting berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

KPM memainkan peran strategis dalam pencegahan stunting dengan menggabungkan pendidikan nonformal, pengambilan keputusan partisipatif, dan adaptasi budaya.Efektivitas mereka bergantung pada kondisi sosial, dukungan institusi, dan kemampuan beradaptasi.Rekomendasi mencakup penguatan kompetensi komunikasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta kolaborasi antar lembaga untuk memperkuat program pencegahan stunting.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak pelatihan komunikasi khusus terhadap efektivitas KPM dalam memengaruhi perilaku masyarakat. 2. Studi tentang pendekatan partisipatif masyarakat dalam pencegahan stunting, seperti pengembangan program berbasis kebutuhan lokal. 3. Analisis peran kolaborasi antar lembaga (pemerintah, kesehatan, dan organisasi masyarakat) dalam memperkuat sistem pencegahan stunting berkelanjutan, dengan fokus pada pengurangan ketimpangan akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Read online
File size497.16 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test