BUMIGORABUMIGORA

Jurnal SASAK : Desain Visual dan KomunikasiJurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi

Motif Asei merupakan kekayaan visual budaya Papua yang berasal dari tradisi lukisan kulit kayu masyarakat Kampung Asei di wilayah Danau Sentani. Motif ini memiliki ciri khas berupa garis ritmis, pola spiral, serta bentuk flora dan fauna yang merepresentasikan hubungan masyarakat dengan alam. Penelitian ini bertujuan merancang typeface Latin yang mengadaptasi karakter visual motif Asei sebagai bentuk digitalisasi budaya lokal Papua sekaligus menguji fungsionalitas dan usability font yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah Design Thinking dengan tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Asei dapat diadaptasi secara efektif ke dalam typeface Latin tanpa mengurangi keterbacaan huruf. Font yang dihasilkan berjalan stabil pada berbagai aplikasi desain dan memperoleh nilai usability rata-rata 4.68 dari skala 5. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan tipografi berbasis budaya lokal serta pelestarian identitas visual budaya Papua dalam media digital.

Penelitian ini berhasil menghasilkan sebuah font Latin berbasis motif Asei Sentani sebagai bentuk inovasi dalam pengembangan tipografi berbasis budaya lokal Papua.Hasil penelitian menunjukkan bahwa font yang dirancang tidak hanya berfungsi secara teknis pada berbagai platform dan aplikasi desain digital, tetapi juga dapat diterima secara positif oleh pengguna dari segi keterbacaan, estetika visual, dan representasi identitas budaya.Melalui proses stilasi visual, karakter khas motif Asei berhasil diadaptasi ke dalam bentuk huruf Latin tanpa menghilangkan fungsi utama tipografi sebagai media komunikasi visual.Berdasarkan proses perancangan dan pengujian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa Font Motif Asei Sentani berfungsi dengan baik secara teknis dan diterima secara positif oleh pengguna.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dikembangkan Asei Sentani Typeface dalam beberapa varian gaya huruf, seperti Bold, Italic, dan Decorative, sehingga dapat digunakan secara lebih luas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengintegrasikan unsur budaya lokal Papua dalam desain tipografi modern, dengan fokus pada eksplorasi motif-motif budaya lainnya di wilayah Indonesia Timur. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi integrasi budaya dalam tipografi modern, dengan mempertimbangkan aspek fungsionalitas, keterbacaan, dan usability pada media digital.

  1. SEMIOTICS STUDY ON ASEI BARK PAINTING PATTERNS | Jurnal Bahasa Rupa. semiotics study asei bark painting... doi.org/10.31598/bahasarupa.v5i2.926SEMIOTICS STUDY ON ASEI BARK PAINTING PATTERNS Jurnal Bahasa Rupa semiotics study asei bark painting doi 10 31598 bahasarupa v5i2 926
  2. Infusing Culture in English Learning: An Attempt to Preserve Cultural Heritages in Jayapura Municipality,... e-journal.usd.ac.id/index.php/LLT/article/view/506Infusing Culture in English Learning An Attempt to Preserve Cultural Heritages in Jayapura Municipality e journal usd ac index php LLT article view 506
  3. Vernacular Typography Design of Bamboo Keben Craft as an Opportunity of Creating Digital Typeface | Sari... journal.unnes.ac.id/nju/index.php/harmonia/article/view/34861Vernacular Typography Design of Bamboo Keben Craft as an Opportunity of Creating Digital Typeface Sari journal unnes ac nju index php harmonia article view 34861
  4. The Development of Bark Painting from the 20th Century to the Present Era in Asei Village, Sentani, Papua:... ejournal.brin.go.id/berkalaarkeologi/article/view/6654The Development of Bark Painting from the 20th Century to the Present Era in Asei Village Sentani Papua ejournal brin go berkalaarkeologi article view 6654
Read online
File size1.23 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test