UKINSTITUTEUKINSTITUTE
Nusantara Journal of Behavioral and Social ScienceNusantara Journal of Behavioral and Social ScienceBelajar matematika bagi siswa dengan kebutaan total dibatasi oleh akses terbatas ke representasi simbolik dan taktil. Penelitian ini meneliti apakah instruksi Kode Matematika Braille (KMB) dan Bahan Konkret (BK) meningkatkan kinerja matematika di antara siswa sekolah dasar dengan kebutaan total di Negara Oyo, Nigeria, dan menilai efek gender dan efektivitas diri akademik. Menggunakan desain quasi-eksperimen kontrol kelompok pretest-posttest dengan tiga kondisi perlakuan (KMB, BK, dan instruksi konvensional), 45 siswa dengan kebutaan total menyelesaikan program enam minggu (satu minggu pretest, empat minggu intervensi, satu minggu posttest). Layar dan pengukuran menggunakan Laporan Observasi Guru, Snellen Chart, Skala Efektivitas Diri Akademik, dan Penilaian Kinerja Matematika yang dapat diakses Braille. Kinerja posttest dianalisis dengan ANCOVA yang mengendalikan skor pretest, diikuti dengan perbandingan berpasangan yang disesuaikan Bonferroni; perbedaan gender diperiksa dengan tes t sampel independen, dan kategori efektivitas diri dengan analisis varians satu arah. ANCOVA menunjukkan efek utama yang signifikan dari perlakuan pada kinerja posttest, F(1,35)=12,46, p=.001, ηp²=.263, meskipun perbandingan berpasangan Bonferroni tidak signifikan. Gender tidak signifikan (t(43)=0,709, p=.484). Efektivitas diri akademik berbeda secara signifikan di seluruh kategori, F(2,42)=7,89, p=.001. Dukungan instruksional yang dapat diakses terkait dengan hasil matematika yang lebih baik bagi siswa dengan kebutaan total, dan efektivitas diri adalah faktor pembelajar yang relevan.
Penelitian ini menyelidiki efek Kode Matematika Braille (KMB) dan Bahan Konkret (BK) pada kinerja matematika siswa dengan kebutaan total.Hasil menunjukkan bahwa kedua intervensi terkait dengan peningkatan kinerja matematika dibandingkan dengan kondisi kontrol.KMB tampaknya mendukung pemahaman dan akurasi siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menyediakan cara yang terstruktur dan standar untuk membaca dan menulis notasi matematika, sedangkan BK menawarkan pengalaman belajar yang membantu siswa membangun dan memperkuat konsep matematika kunci melalui eksplorasi tangan.pembuat kebijakan pendidikan harus mengintegrasikan KMB dan BK untuk mengajar matematika kepada siswa dengan kebutaan total.pembuat kebijakan juga harus mengembangkan panduan implementasi yang jelas dan menyediakan pelatihan untuk mendukung penggunaan kelas yang efektif dari kedua pendekatan.pemerintah harus memastikan bahwa sumber daya untuk memproduksi, memperbarui, dan memelihara bahan Braille dan bantuan instruksional konkret didanai secara memadai dan dibuat tersedia untuk siswa dengan gangguan penglihatan.pembuat kebijakan harus mengalokasikan pendanaan yang didedikasikan untuk pengadaan bahan KMB dan bantuan instruksional konkret untuk memperkuat pengajaran matematika.dan sekolah harus mempromosikan lingkungan belajar inklusif yang memungkinkan siswa dengan kebutaan total belajar secara bermakna dan berkembang bersama rekan-rekan mereka.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperkuat desain penelitian dengan menggunakan sampel yang lebih besar dan model multilevel/cluster-robust. Selain itu, penelitian harus mencakup metrik kesetiaan (dosis, kepatuhan, keahlian guru) dan menggunakan pengukuran kinerja yang jelas memisahkan pemahaman konsep, ketepatan prosedur, dan literasi notasi. Penting juga untuk mempertimbangkan ekosistem aksesibilitas yang lebih luas, termasuk teknologi pendukung yang memungkinkan siswa buta mengakses konten dan penilaian matematika. Penelitian masa depan juga harus menyelidiki interaksi antara intervensi dan infrastruktur aksesibilitas, serta mengintegrasikan pendekatan instruksional dengan jalur produksi bahan dan penilaian yang dapat diakses.
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0018053APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0018053
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0022-0167.38.1.30APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0022 0167 38 1 30
- APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0031084APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0031084
| File size | 333.12 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UKIPUKIP Lingkungan kerja yang baik, termasuk ketersediaan fasilitas dan hubungan kerja yang harmonis, juga berkontribusi signifikan dalam menciptakan suasana kerjaLingkungan kerja yang baik, termasuk ketersediaan fasilitas dan hubungan kerja yang harmonis, juga berkontribusi signifikan dalam menciptakan suasana kerja
UKIPUKIP Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti kondisi kerja, motivasi, dan dukungan organisasi, perlu dievaluasi untuk mendapatkan pemahaman yangHal ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti kondisi kerja, motivasi, dan dukungan organisasi, perlu dievaluasi untuk mendapatkan pemahaman yang
UKIPUKIP Peningkatan kompetensi SDM sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas asistensi program, sehingga penguatan program pelatihan berbasis kompetensiPeningkatan kompetensi SDM sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas asistensi program, sehingga penguatan program pelatihan berbasis kompetensi
UKIPUKIP Namun dengan mediasi kedisiplinan dan loyalitas tidak terdapat pengaruh motivasi secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi berpengaruh signifikanNamun dengan mediasi kedisiplinan dan loyalitas tidak terdapat pengaruh motivasi secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi berpengaruh signifikan
UKIPUKIP Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara SPIP, SIKD, dan pemanfaatan TI terhadap kualitas Laporan Keuangan Daerah. SPIP dan SIKD secara parsialTerdapat pengaruh positif dan signifikan antara SPIP, SIKD, dan pemanfaatan TI terhadap kualitas Laporan Keuangan Daerah. SPIP dan SIKD secara parsial
UKIPUKIP Peningkatan signifikan pada skor pretest dan posttest serta analisis statistik yang menunjukkan nilai p < 0,05 menegaskan keberhasilan program. FaktorPeningkatan signifikan pada skor pretest dan posttest serta analisis statistik yang menunjukkan nilai p < 0,05 menegaskan keberhasilan program. Faktor
JURNALP4IJURNALP4I Penggunaan teknologi juga meningkatkan variasi dan minat siswa dalam mata pelajaran. Strategi pembelajaran yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristikPenggunaan teknologi juga meningkatkan variasi dan minat siswa dalam mata pelajaran. Strategi pembelajaran yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik
JURNALP4IJURNALP4I Data diperoleh dari berbagai sumber yang berhubungan dengan hal-hal yang diteliti, berupa buku dan literatur-literatur atau hasil-hasil penelitian maupunData diperoleh dari berbagai sumber yang berhubungan dengan hal-hal yang diteliti, berupa buku dan literatur-literatur atau hasil-hasil penelitian maupun
Useful /
JURNALP4IJURNALP4I Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan dalam mengintegrasikan media film ke dalam strategiPenelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidik, peneliti, dan praktisi pendidikan dalam mengintegrasikan media film ke dalam strategi
JURNALP4IJURNALP4I Secara umum, pemahaman guru PAUD terhadap pendidikan inklusif masih bersifat konseptual, belum menyeluruh hingga ke aspek praktik dan implementasi teknis.Secara umum, pemahaman guru PAUD terhadap pendidikan inklusif masih bersifat konseptual, belum menyeluruh hingga ke aspek praktik dan implementasi teknis.
JURNALP4IJURNALP4I Dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan 15 Menit Membaca dengan berbagai cara strategi peningkatan minat baca dan taman Baca merupakanDalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan 15 Menit Membaca dengan berbagai cara strategi peningkatan minat baca dan taman Baca merupakan
JURNALP4IJURNALP4I Media rangka tubuh telah diterapkan dalam pembelajaran setelah diadakan kegiatan desiminasi dalam forum MGMP. Pembelajaran dengan media rangka tubuh mengalamiMedia rangka tubuh telah diterapkan dalam pembelajaran setelah diadakan kegiatan desiminasi dalam forum MGMP. Pembelajaran dengan media rangka tubuh mengalami