UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial KeagamaanWalisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Moderasi beragama menjadi semakin relevan dalam masyarakat yang beragam dan majemuk, terutama dalam lingkungan akademis di mana interpretasi yang berbeda dari ajaran agama sering muncul. Studi ini menyoroti kebutuhan yang semakin besar untuk mengeksplorasi dan memahami sikap keagamaan di kalangan mahasiswa dalam konteks pengaruh sosial, budaya, dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi dan pandangan mahasiswa tentang moderasi beragama dengan menggali isu-isu kritis seperti hubungan antara Pancasila dan agama, gagasan negara kekhalifahan, penghormatan terhadap simbol-simbol negara, dan sikap terhadap kekerasan. Pendekatan survei kuantitatif digunakan, melibatkan 463 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak bertingkat dari berbagai program studi dan tingkat semester. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk menilai perspektif mahasiswa tentang topik-topik kontroversial ini. Temuan ini mengungkapkan gambaran yang komprehensif tentang sikap keagamaan di kalangan mahasiswa, yang menekankan pentingnya memupuk moderasi beragama di lingkungan akademis. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya strategi pendidikan yang efektif untuk mempromosikan pemahaman dan penghormatan terhadap keyakinan yang beragam sambil meminimalkan konflik. Studi ini penting bagi para pembuat kebijakan, pendidik, dan praktisi, karena memberikan wawasan tentang dinamika sikap keagamaan di perguruan tinggi. Dengan membahas kompleksitas moderasi beragama,temuan ini berkontribusi pada pengembangan strategi yang dapat mendukung koeksistensi yang harmonis dalam komunitas akademik yang majemuk.

Penelitian ini mengungkapkan pandangan beragam mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia mengenai moderasi beragama, menunjukkan pemahaman positif mayoritas namun juga adanya kesalahpahaman dan kecenderungan ekstremis di kalangan minoritas.Keragaman pandangan ini menyoroti pentingnya peran universitas dalam memupuk moderasi beragama dan toleransi melalui pendidikan, dialog, serta pengembangan kurikulum yang komprehensif.Dengan memprioritaskan dialog antaragama, integrasi nilai inklusif, dan penanganan miskonsepsi, upaya ini dapat berkontribusi membangun masyarakat Indonesia yang lebih harmonis, pluralistik, dan demokratis.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam faktor-faktor yang membentuk pandangan minoritas mahasiswa yang kurang sejalan dengan prinsip moderasi beragama, misalnya mengapa sebagian mahasiswa masih berpandangan bahwa Pancasila bertentangan dengan agama, mendukung negara kekhalifahan, atau menganggap penghormatan simbol negara sebagai syirik. Melalui studi kualitatif, seperti wawancara mendalam atau fokus grup, dapat diidentifikasi akar permasalahan, pengaruh lingkungan sosial, keluarga, atau paparan ideologi tertentu yang memengaruhi pembentukan sikap tersebut. Selain itu, penting untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap efektivitas program dan kurikulum moderasi beragama yang telah diterapkan di perguruan tinggi, termasuk peran serta dosen dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Apakah metode pembelajaran saat ini sudah optimal dalam mengubah pandangan ekstrem atau memperkuat toleransi? Penelitian ini dapat mengukur dampak jangka panjang dari intervensi pendidikan terhadap perkembangan sikap moderasi beragama mahasiswa dari awal masuk hingga lulus. Studi longitudinal akan memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai bagaimana proses pembelajaran di kampus, interaksi sosial, dan paparan terhadap beragam perspektif membentuk identitas keagamaan mahasiswa secara berkelanjutan. Pendekatan ini akan membantu mengidentifikasi praktik terbaik dan area perbaikan untuk strategi pendidikan moderasi beragama di masa depan. Misalnya, bagaimana pengembangan modul interaktif atau platform diskusi online yang memanfaatkan teknologi dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pluralisme dan mengurangi miskonsepsi tentang agama lain.

  1. Christmas for Indonesian Muslims: Controversy on Saying ‘Merry Christmas’. christmas indonesian... doi.org/10.5356/orient.58.127Christmas for Indonesian Muslims Controversy on Saying AoMerry ChristmasAo christmas indonesian doi 10 5356 orient 58 127
  2. The Role of Educational Institutions in Countering Political Polarization: Building Inclusive Communities... ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/4919The Role of Educational Institutions in Countering Political Polarization Building Inclusive Communities ejournal insuriponorogo ac index php qalamuna article view 4919
  3. The Role of Education in Strengthening Religious Moderation in Indonesia | Aflahah | Jurnal SMART (Studi... journal.blasemarang.id/index.php/smart/article/view/2079The Role of Education in Strengthening Religious Moderation in Indonesia Aflahah Jurnal SMART Studi journal blasemarang index php smart article view 2079
  4. edukasi islami: jurnal pendidikan islam. influence religious moderation attitude students muhammadiyah... doi.org/10.30868/ei.v12i01.2605edukasi islami jurnal pendidikan islam influence religious moderation attitude students muhammadiyah doi 10 30868 ei v12i01 2605
Read online
File size235.58 KB
Pages32
DMCAReport

Related /

ads-block-test