SAINSSAINS

Eudaimonia Journal PsychologyEudaimonia Journal Psychology

Krisis seperempat hidup adalah fenomena psikologis yang umum dialami oleh orang dewasa muda, terutama mahasiswa yang sedang menavigasi transisi ke dunia kerja dan kehidupan dewasa. Salah satu faktor yang diyakini berperan dalam mengurangi insiden krisis seperempat hidup adalah dukungan sosial. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki efek dukungan sosial terhadap krisis seperempat hidup di kalangan mahasiswa di Bandung. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian penjelasan. Sebanyak 150 mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung berpartisipasi dalam studi ini, terdiri dari 80 wanita (53,3%) dan 70 pria (46,7%). Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Quarter-Life Crisis Scale (QLCS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil studi menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki efek signifikan terhadap krisis seperempat hidup (β = -0,734; p < 0,001). Dukungan sosial menyumbang 53,9% variasi dalam krisis seperempat hidup (R² = 0,539). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin rendah tingkat krisis seperempat hidup mereka. Studi ini menekankan pentingnya dukungan dari keluarga, teman sebaya, dan orang-orang penting dalam membantu mahasiswa mengatasi tantangan perkembangan di awal masa dewasa. Temuan ini konsisten dengan berbagai studi sebelumnya yang menunjukkan korelasi negatif antara dukungan sosial dan krisis seperempat hidup.

Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana, ditemukan bahwa dukungan sosial memiliki efek negatif signifikan terhadap krisis seperempat hidup (β = -0,734.Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin rendah tingkat krisis seperempat hidup yang mereka alami.Koefisien determinasi (R² = 0,539) menunjukkan bahwa dukungan sosial menyumbang 53,9% variasi dalam krisis seperempat hidup di kalangan mahasiswa.Temuan ini mendukung hipotesis bahwa dukungan sosial adalah faktor kunci dalam membantu mahasiswa mengatasi berbagai tantangan perkembangan di awal masa dewasa.Secara teoritis, temuan studi ini mendukung Hipotesis Penyangga, yang menyatakan bahwa dukungan sosial dapat meredam efek negatif dari stres dan tekanan hidup.Secara praktis, studi ini menekankan pentingnya peran keluarga, teman sebaya, dan lingkungan kampus dalam menciptakan sistem dukungan yang mampu membantu mahasiswa menghadapi ketidakpastian masa depan, tekanan akademik, dan tantangan karier secara adaptif.Berdasarkan temuan studi ini, disarankan agar universitas mengembangkan program yang dapat meningkatkan dukungan sosial mahasiswa, seperti layanan konseling psikologis, program mentoring, kelompok dukungan sebaya, dan pelatihan pengembangan pribadi.Upaya-upaya ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mengurangi risiko krisis seperempat hidup dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka saat melakukan transisi menuju kedewasaan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain longitudinal, melibatkan sampel yang lebih besar, dan mempertimbangkan variabel lain seperti adaptabilitas karier, ketahanan, dan kesejahteraan psikologis. Selain itu, perlu dilakukan generalisasi temuan studi ini ke populasi yang lebih luas dengan hati-hati, mengingat studi ini hanya dilakukan di kalangan mahasiswa di Bandung.

Read online
File size406.12 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test