ISI PADANGPANJANGISI PADANGPANJANG

V-art: Journal of Fine ArtV-art: Journal of Fine Art

Motif pucok reubong telah disulap dari bentuk tunas bambu muda. Tunas bambu ini diubah menjadi pola dekoratif unik. Minat seniman dalam mengeksplorasi motif pucok reubong berasal dari bentuknya yang berbeda, dengan daun berbentuk segitiga ujungnya menyerupai pedang, dan pola interlocking-nya. Hal ini menginspirasi seniman untuk mengintegrasikan motif pucok reubong ke dalam desain tas kulit. Proses kreatif mengikuti metode Hendriyana yang terdiri dari empat tahap utama: (1) pra-desain, yang melibatkan pengembangan imajinasi; (2) desain, di mana desain alternatif dikonseptualisasikan secara visual; (3) realisasi, di mana sketsa yang dipilih diubah menjadi karya akhir; dan (4) presentasi, yang melibatkan pameran untuk membangun komunikasi antara seniman dan penggemar seni. Konsep yang diterapkan adalah ekspresi simbolis, merepresentasikan seni modern yang menggunakan idiom tradisional sebagai dasarnya. Dalam proyek akhir berjudul Pucok Reubong Motif sebagai Ide untuk Pembuatan Tas Kulit, seniman menerapkan motif pucok reubong sebagai elemen dekoratif pada tas kulit. Karya ini bertujuan meningkatkan daya tarik estetika sekaligus memperkenalkan motif pucok reubong kepada audiens yang tidak familiar dengan motif tersebut. Tas-tas dibuat menggunakan teknik embossing yang dikombinasikan dengan anyaman, menghasilkan karya yang artistik dan bermakna.

Motif pucok reubong merupakan representasi stilisasi dari tunas bambu muda yang mengandung makna filosofis bahwa sesuatu yang kecil akan berkembang menjadi lebih besar dan kuat.Penggunaan motif ini dalam desain tas kulit bertujuan memperkenalkan motif tersebut kepada publik dan meningkatkan nilai estetika produk.Karya yang dihasilkan menunjukkan kombinasi teknik embossing dan anyaman yang menghasilkan desain yang unik dan bermakna.

Saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, dapat dilakukan penelitian tentang penggunaan motif pucok reubong dalam desain produk fashion lain selain tas, seperti pakaian atau aksesori. Kedua, penelitian tentang pengaruh teknik embossing dan anyaman terhadap daya tahan dan estetika produk kulit. Ketiga, eksplorasi penggunaan bahan alami alternatif untuk menggantikan kulit sintetis dalam pembuatan tas, dengan tetap mempertahankan keunikan motif pucok reubong. Penelitian-penelitian ini dapat mengembangkan wawasan tentang integrasi motif tradisional dalam desain modern secara lebih luas dan berkelanjutan.

Read online
File size782.14 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test