POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI

Jurnal INOVATORJurnal INOVATOR

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat pemotong kentang yang efisien dan ergonomis untuk kebutuhan industri rumahan, terutama untuk mendukung produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah lamanya proses pemotongan kentang secara manual yang berdampak pada waktu dan biaya produksi. Untuk itu, dilakukan perancangan alat dengan mempertimbangkan efisiensi waktu, kekuatan struktur, pemilihan material, dan mekanisme pemotongan. Metode penelitian meliputi tahap perancangan, pembuatan alat, serta pengujian kinerja alat dengan empat variasi ukuran mata pisau, yaitu 8 mm, 10 mm, 14 mm, dan 22 mm. Setiap variasi diuji sebanyak tiga kali dengan berat kentang yang sama, yaitu 1 kilogram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mata pisau 22 mm memberikan waktu pemotongan tercepat, rata-rata 0,67 menit per kilogram, sedangkan mata pisau 8 mm memerlukan waktu terlama yaitu 1,22 menit. Dengan demikian, alat ini mampu meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas dibandingkan pemotongan manual. Penelitian ini menunjukkan bahwa desain alat yang tepat dapat menjadi solusi praktis dan aplikatif bagi pelaku industri rumahan dalam pengolahan kentang secara cepat, seragam, dan efisien.

Penelitian ini berhasil merancang dan membangun alat pemotong kentang yang efisien dan ergonomis untuk industri rumahan, dengan kinerja stabil dan konsisten pada semua pengujian.Pengujian empat variasi mata pisau menunjukkan bahwa ukuran mata pisau yang lebih besar (22 mm) memberikan waktu pemotongan tercepat (0,67 menit per kilogram) dibandingkan ukuran terkecil (8 mm) yang memerlukan 1,22 menit.Hasil tersebut meningkatkan efisiensi waktu secara signifikan (rasio 9.1 dibandingkan metode manual) dan menjadikan alat ini layak dipakai oleh UMKM untuk meningkatkan produktivitas serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana variasi jenis dan ukuran umbi kentang memengaruhi efisiensi pemotongan mesin, sehingga dapat ditentukan parameter optimal untuk beragam varietas yang umum diproduksi di daerah tropis. Selanjutnya, dapat dikembangkan sistem kontrol otomatis berbasis sensor visual atau laser untuk mengatur ketebalan potongan secara real‑time, sehingga menghasilkan produk yang lebih seragam tanpa mengorbankan kecepatan produksi. Selain itu, analisis siklus hidup (life‑cycle assessment) dan studi kelayakan ekonomi pada skala produksi menengah hingga besar perlu dilakukan untuk menilai dampak lingkungan serta profitabilitas penggunaan mesin ini pada industri pengolahan kentang skala lebih luas. Penelitian juga dapat mengevaluasi integrasi motor berdaya lebih tinggi dan gearbox dengan rasio berbeda untuk meningkatkan daya dorong tanpa meningkatkan konsumsi energi. Selanjutnya, uji ketahanan jangka panjang terhadap beban kerja berkelanjutan dapat memberikan data mengenai umur pakai komponen kritis seperti mata pisau dan rangka. Akhirnya, pengembangan prototipe portable yang dapat dipindahkan antar lokasi produksi UMKM dapat memperluas penerapan teknologi ini di wilayah terpintas.

  1. RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK ADONAN ROTI | TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin. rancang bangun... doi.org/10.24127/trb.v13i2.3745RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK ADONAN ROTI TURBO Jurnal Program Studi Teknik Mesin rancang bangun doi 10 24127 trb v13i2 3745
  2. Pengaruh Variasi Jumlah Lubang Pisau Pemotong Kentang Pada Mesin Pengupas Dan Pemotong Kentang Sederhana... doi.org/10.56904/imejour.v2i2.60Pengaruh Variasi Jumlah Lubang Pisau Pemotong Kentang Pada Mesin Pengupas Dan Pemotong Kentang Sederhana doi 10 56904 imejour v2i2 60
Read online
File size403.63 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test