UMSBUMSB

Menara PengabdianMenara Pengabdian

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan guru sekolah dasar dalam mengelola kelas inklusif yang ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Fokus kegiatan adalah penguatan kapasitas guru melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik penyusunan strategi pembelajaran inklusif. Pokok bahasan meliputi identifikasi karakteristik ABK, konsep pendidikan pengelolaan kelas yang ramah, adaptasi pembelajaran, serta pengembangan lingkungan belajar yang mendukung keberagaman peserta didik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru dalam menciptakan kelas yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan ABK. Metode yang digunakan berupa pelatihan partisipatif, diskusi kelompok, studi kasus, dan pendampingan implementasi di kelas. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang pendidikan inklusif, kemampuan merancang pembelajaran yang adaptif, serta terciptanya lingkungan kelas yang lebih ramah, aman, dan mendukung perkembangan seluruh peserta didik.

Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola kelas inklusi, terbukti dari peningkatan rata‑rata skor pemahaman sebesar 68,5% serta kemampuan menyusun RPP inklusi dan media adaptif.Terbentuknya komunitas belajar guru memberikan modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program, didukung oleh dukungan kelembagaan yang kuat dan motivasi intrinsik tinggi.Namun, keterbatasan sarana dan padatnya jadwal mengajar tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi dalam upaya memperluas implementasi pendidikan inklusi.

Penelitian lanjutan diperlukan untuk meneliti dampak jangka panjang program inklusi terhadap pencapaian akademik anak berkebutuhan khusus dibandingkan dengan peserta didik reguler selama beberapa tahun ke depan, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan pembelajaran. Selain itu, studi eksperimental yang mengkaji efektivitas penggunaan sumber belajar digital adaptif yang dipadukan dengan pelatihan guru pada sekolah dengan keterbatasan sarana dapat memberikan wawasan tentang strategi pembelajaran yang lebih efisien dan terjangkau. Selanjutnya, penelitian kualitatif mengenai penerapan strategi dukungan sebaya (peer‑mediated support) dalam kelas inklusi dapat menggali bagaimana interaksi sosial antara siswa ABK dan teman sekelas dapat meningkatkan integrasi sosial serta motivasi belajar, yang pada gilirannya dapat memperkuat kebijakan dan praktik inklusi di tingkat sekolah dasar.

Read online
File size137.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test