UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial KeagamaanWalisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan

Persepsi tradisional tentang komunikasi satu arah yang sakral antara santri dan kiai tidak lagi mencerminkan hubungan mereka di pesantren. Melalui observasi partisipatif di dua pesantren di Surabaya dan Yogyakarta, studi etnografis ini bertujuan untuk mengungkap pergeseran ketaatan santri terhadap Kiai setelah mereka menjadi mahasantri. Teori pilihan rasional yang menekankan pemikiran rasional digunakan dalam studi ini untuk menganalisis tiga dimensi ketaatan mahasantri, yaitu persepsi, implementasi, dan respons terhadap fatwa kiai. Temuan menunjukkan bahwa dalam aspek sosial dan politik, mahasantri tidak lagi sepenuhnya patuh kepada kiai dibandingkan saat mereka masih menjadi siswa. Ketaatan terhadap Kiai tentu masih ada. Namun, dengan kesadaran rasional, mahasantri mulai menentukan batas-batas mereka. Artikel ini menyoroti negosiasi yang semakin meningkat terhadap otoritas agama di kalangan santri terdidik dalam lingkungan pesantren modern.

Etika ketaatan santri terhadap kiai adalah keharusan mutlak.Nilai-nilai tetap (etika, ketaqwaan) yang inherent dalam tradisi pesantren sulit dihilangkan.Mahasantri tidak secara otomatis menerima nilai-nilai ketaatan tradisional seperti santri salaf, tetapi memasuki dialog dengan rasionalitas.Mahasantri masih mempertahankan etika ketaatan, tetapi secara bertahap mengembangkan kebebasan berpikir yang rasional.Ketaatan bersyarat merupakan sintesis antara ketaatan mutlak dan kebebasan pribadi.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media digital terhadap perubahan pola ketaatan mahasantri di pesantren modern. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan ketaatan di berbagai jenis pesantren (modern vs tradisional) untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran tersebut. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada bagaimana faktor ekonomi memengaruhi keputusan rasional mahasantri dalam menentukan ketaatan atau penolakan terhadap fatwa kiai.

  1. Relasi Kuasa dan Komunikasi Bungkam di Kalangan Santri Pondok Pesantren Nurut Tauhid | Risalatuna: Journal... ejournal.iaisyarifuddin.ac.id/index.php/risalatuna/article/view/1895Relasi Kuasa dan Komunikasi Bungkam di Kalangan Santri Pondok Pesantren Nurut Tauhid Risalatuna Journal ejournal iaisyarifuddin ac index php risalatuna article view 1895
  2. IBDA": Jurnal Kajian Islam dan Budaya. pesantren santri kiai tradisi ibda jurnal kajian islam budaya... doi.org/10.24090/ibda.v12i2.440IBDA Jurnal Kajian Islam dan Budaya pesantren santri kiai tradisi ibda jurnal kajian islam budaya doi 10 24090 ibda v12i2 440
  3. Leadership of Kiai and Students' Obedience in Islamic Boarding School | Resolusi: Jurnal Sosial... doi.org/10.32699/resolusi.v4i1.1875Leadership of Kiai and Students Obedience in Islamic Boarding School Resolusi Jurnal Sosial doi 10 32699 resolusi v4i1 1875
  4. Ijtimā`iyya: Journal of Muslim Society Research. sketch myth wisdom blessing islamic boarding school... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/ijtimaiyya/article/view/3027IjtimA iyya Journal of Muslim Society Research sketch myth wisdom blessing islamic boarding school ejournal uinsaizu ac index php ijtimaiyya article view 3027
Read online
File size158.82 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test