AMIKVETERANAMIKVETERAN

Jurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaJurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran media digital dalam perkembangan pembelajaran bahasa Arab di PPTQ Ar-Royyan Pacitan, meliputi penerapan media digital, kendala yang dihadapi, serta dampak yang ditimbulkan dalam penggunaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran. Subjek penelitian terdiri atas santri, mahasantri, dan ustadz di lingkungan PPTQ Ar-Royyan Pacitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berperan sebagai sarana penunjang pembelajaran bahasa Arab melalui pemanfaatan berbagai platform seperti YouTube, aplikasi kamus digital Al-Maani, e-book, serta media sosial. Media digital membantu santri dalam meningkatkan pemahaman materi, memperkaya mufrodat, serta melatih keterampilan berbahasa Arab melalui sajian audio dan visual yang lebih menarik. Selain itu, media digital memberikan fleksibilitas belajar karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Namun demikian, penggunaan media digital juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan akses internet, gangguan konsentrasi akibat distraksi media sosial, serta keterbatasan interaksi langsung antara santri dan ustadz. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan media digital secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan serta mengurangi semangat santri dalam mempelajari kitab-kitab keislaman secara langsung. Oleh karena itu, media digital di lingkungan pesantren dipandang hanya sebagai sarana penunjang pembelajaran dan tidak dapat menggantikan tradisi pendidikan pesantren yang menekankan interaksi langsung, adab, dan keteladanan guru. Dengan pendampingan dan pengawasan yang tepat, media digital dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk mendukung perkembangan pembelajaran bahasa Arab di pondok pesantren.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di PPTQ Ar-Royyan Pacitan, dapat disimpulkan bahwa perkembangan media digital memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pondok pesantren.Media digital berperan sebagai sarana penunjang pembelajaran yang membantu santri dalam mengakses berbagai sumber ilmu dengan lebih mudah.Berbagai platform digital seperti YouTube, aplikasi kamus Al-Maani, e-book, serta media sosial telah dimanfaatkan oleh santri sebagai media belajar bahasa Arab.Dengan adanya media digital telah membantu meningkatkan pemahaman santri melalui sajian audio dan visual yang lebih menarik serta mudah dipahami.Selain itu, media digital memberikan kemudahan bagi santri untuk belajar kapan saja dan dimana saja.Melalui media digital, santri dapat menyaksikan kajian ilmiah, mengikuti kelas daring, memperkaya mufrodat, serta melatih keterampilan berbicara bahasa Arab melalui berbagai konten media sosial.Dalam aspek administrasi pembelajaran, pondok pesantren juga telah memanfaatkan aplikasi berbasis digital sebagai bentuk transparansi laporan perkembangan belajar santri kepada wali santri.Namun demikian, penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa Arab juga memiliki beberapa kendala yang perlu diperhatikan.Keterbatasan akses internet masih menjadi hambatan bagi sebagian santri dalam menggunakan media digital secara optimal.Selain itu, pemanfaatan media digital tanpa pengawasan yang baik justru dapat mengganggu konsentrasi belajar santri disebabkan adanya distraksi media sosial dan konten hiburan.Penggunaan media digital yang terlalu sering juga dikhawatirkan dapat menimbulkan ketergantungan serta mengurangi semangat santri dalam membaca kitab dan sumber keilmuan Islam lainnya.Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa secanggih apapun perkembangan teknologi tidak dapat menggantikan tradisi pembelajaran di pondok pesantren yang menekankan interaksi langsung antara santri dan ustadz sebagai qudwah.Oleh karena itu, media digital di PPTQ Ar-Royyan Pacitan digunakan sebagai sarana penunjang pembelajaran, bukan sebagai pengganti metode pembelajaran pesantren yang selama ini telah diwariskan oleh para ulama.Dengan demikian, penggunaan media digital di lingkungan pondok pesantren perlu disertai dengan pendampingan, pengawasan.Melalui pemanfaatan media digital yang bijaksana, diharapkan pembelajaran bahasa Arab di PPTQ Ar-Royyan Pacitan dapat berkembang lebih baik serta tetap menjaga nilai-nilai keilmuan dan adab Islami.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang menggabungkan media digital dengan interaksi langsung antara santri dan ustadz. Penelitian ini dapat mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk memanfaatkan media digital sebagai alat bantu pembelajaran tanpa mengorbankan interaksi langsung yang merupakan ciri khas pendidikan pesantren. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki strategi-strategi pengawasan dan pendampingan yang efektif dalam penggunaan media digital di lingkungan pesantren, dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan seperti keterbatasan akses internet dan distraksi media sosial. Terakhir, penelitian dapat mengkaji dampak penggunaan media digital terhadap motivasi belajar santri dalam mempelajari kitab-kitab keislaman secara langsung, serta mencari cara-cara untuk menjaga keseimbangan antara manfaat media digital dengan tradisi pendidikan pesantren yang telah terbukti efektif.

  1. MEDIA KONVENSIONAL DAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN | Yuniarti | JUTECH : Journal Education and Technology.... doi.org/10.31932/jutech.v4i2.2920MEDIA KONVENSIONAL DAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN Yuniarti JUTECH Journal Education and Technology doi 10 31932 jutech v4i2 2920
  2. TELAAH HADITS KEUTAMAAN DAN URGENSI MENUNTUT ILMU DI ERA DIGITAL: RELEVANSI DENGAN TANTANGAN PENDIDIKAN... journal.um-surabaya.ac.id/Studia/article/view/24034TELAAH HADITS KEUTAMAAN DAN URGENSI MENUNTUT ILMU DI ERA DIGITAL RELEVANSI DENGAN TANTANGAN PENDIDIKAN journal um surabaya ac Studia article view 24034
Read online
File size429.34 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test