IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

MA'ALIM: Jurnal Pendidikan IslamMA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam

Pemikiran KH. Ahmad Dahlan merupakan reaksi praktis terhadap kondisi buruk yang dihadapi umat Islam di Indonesia. Umat Islam tertinggal di bidang politik, sosial, dan ekonomi. KH. Ahmad Dahlan menyatakan bahwa pendidikan Islam berupaya mengembangkan umat Islam menjadi individu yang berbudi luhur, saleh dalam keyakinan agamanya, memiliki wawasan dan kesadaran yang luas tentang isu-isu ilmiah modern, dan siap berjuang untuk kemajuan masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendidikan Islam sesuai dengan pemikiran Ahmad Dahlan dalam kontribusi dan implementasi konteks sosial modern. Penelitian ini merupakan bagian dari proyek penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan tinjauan sistematis. Tinjauan sistematis adalah metode yang menggunakan bukti berdasarkan bukti sebelumnya melalui tinjauan, evaluasi terstruktur, klasifikasi, dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Ahmad Dahlan memiliki pandangan tentang pentingnya pembentukan kepribadian sebagai target penting dari tujuan pendidikan; 2) Pendidikan Islam perlu terbuka, inovatif, dan progresif dalam kaitannya dengan meningkatkan kurikulum dengan memasukkan materi pendidikan agama dan umum secara integratif; 3) perubahan dan pembaharuan mampu mengintegrasikan aspek nilai-nilai agama dan pengetahuan umum, keyakinan, dan kemajuan teknologi; 4) Melalui proses kesadaran, pendekatan pembelajaran pola kontekstual sosial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan Ahmad Dahlan menekankan pentingnya pembentukan kepribadian sebagai tujuan utama pendidikan Islam.Pendidikan Islam harus terbuka, inovatif, dan progresif dengan mengintegrasikan materi agama dan umum.Pendekatan pembelajaran berbasis kewaspadaan kontekstual sosial juga dianggap krusial untuk mencapai tujuan pendidikan Islam dalam konteks sosial modern.

Penelitian berikutnya dapat memfokuskan pada evaluasi dampak kurikulum integratif yang dikembangkan oleh Ahmad Dahlan terhadap pencapaian kompetensi abad ke-21 di lembaga Muhammadiyah, dengan cara melakukan survei longitudinal terhadap lulusan dan guru. Selanjutnya, studi dapat meneliti efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis kewaspadaan kontekstual sosial dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan akhlak di kalangan siswa, menggunakan metode eksperimen quasi‑eksperimental. Terakhir, kajian komparatif antara pendidikan Islam tradisional dan modern di wilayah Indonesia dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dan hambatan dalam migrasi menuju penyatuan ilmu agama dan umum, sehingga dapat disusun rekomendasi kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif.

  1. Islamic Education According to Ahmad Dahlan's Perspective: Contribution and Implementation in A... doi.org/10.21154/maalim.v5i2.9896Islamic Education According to Ahmad Dahlans Perspective Contribution and Implementation in A doi 10 21154 maalim v5i2 9896
Read online
File size223.21 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test