STAIQSTAIQ
Jurnal Pena IslamJurnal Pena IslamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Bina Pribadi Islami (BPI) dalam membentuk karakter Islami peserta didik, faktor keberhasilan dan faktor penghambat serta solusi yang akan dilaksanakan kedepannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti antara lain wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pembina yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kesiswaan, bidang SDM, dan 2 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Pengembangan Pribadi Islami (BPI) di SDIT Al Kamil dilaksanakan secara terstruktur dan terarah untuk membentuk karakter Islami siswa. Program BPI dilaksanakan seminggu sekali, dilaksanakan pada hari Jumat pukul 12.35-13.35. Santri terbentuk dalam dinamika kelompok akhwat/persaudaraan. Kurikulum yang digunakan berdasarkan standar Mutu SIT. Faktor pendukung pelaksanaan Program BPI dalam pembentukan karakter Islami di SDIT Al Kamil antara lain, pertama kurikulum, kedua dukungan JSIT, kepala sekolah, yayasan, orang tua dan komite, ketiga guru, keempat penanggung jawab BPI, kelima evaluasi. Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan Program BPI dalam pembentukan karakter Islami di SDIT Al Kamil antara lain waktu, adanya kegiatan lain, kurangnya peran orang tua, penyusunan kurikulum yang belum maksimal dan program BPI guru yang belum maksimal. Efektivitas Program BPI dalam membentuk karakter Islami dapat diukur dengan meningkatkan pengetahuan siswa tentang Islam, akhlak siswa dan kesadaran dalam beribadah.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat peneliti berikan kesimpulan sebagai berikut.Implementasi Program BPI dalam membentuk karakter Islami peserta didik di SDIT Al Kamil Implementasi Program Bina Pribadi Islami (BPI) di SDIT Al Kamil dilaksanakan secara terstruktur dan terarah untuk membentuk karakter islami siswa.Program BPI dilaksanakan setiap satu pekan sekali, dilaksanakan pada hari Jumat pada pukul 12.Peserta didik dibentuk dalam dinamika-dinamika kelompok akhwat/ikhwan.Kurikulum yang digunakan berdasarkan standar Mutu SIT dan dalam pelaksanaannya biasanya guru membuka kegiatan BPI dengan mengucapkan salam, kemudian guru menanyakan kabar peserta didik, dilanjut dengan murojaah, setelah itu biasanya guru menanyakan terkait ibadah siswa, bagaimana dengan sholat lima waktunya apakah sudah dilaksanakan dengan baik atau belum, setelah itu guru memberikan masukan atau motivasi agar pesertadidik bisa menjalankan ibadah lebih baik lagi.Kemudian dilanjutkan guru memberikan materi tentang keagamaan meliputi ibadah, akhlak, adab, fiqih, kisah para nabi dan rasul, kisah para sahabat dan di sesuaikan dengan keadaan saat ini terjadi di rumah maupun di sekolah baik dengan metode percakapan/diskusi, kisah ataupun metode ceramah.Adapun program pendukung lainnya adalah 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), dzikir almatsurat dan dhuha, sholat berjamaah, doa dan dzikir setelah sholat, dan berinfak setiap hari Jumat.Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Program BPI dalam Membentuk Karakter Islami di SDIT Al Kamil Faktor pendukung implementasi Program BPI dalam membentuk karakter Islami di SDIT Al Kamil diantaranya, pertama adalah kurikulum, ke dua dukungan JSIT, kepala sekolah, yayasan, orang tua dan komite, ke tiga guru, ke empat penanggung jawab BPI, ke lima adalah evaluasi.Sedangkan faktor penghambat implementasi Program BPI dalam membentuk karakter Islami di SDIT Al Kamil diantaranya terkait waktu, adanya aktivitas lain, kurangnya peran orang tua, penyusunan kurikulum yang belum optimal dan program BPI guru yang belum optimal.Efektifitas Program BPI dalam Membentuk Karakter Islami Efektivitas Program BPI dalam membentuk karakter Islami dapat diukur dari meningkatnya pengetahuan peserta didik tentang islam, akhlak peserta didik dan kesadaran dalam beribadah.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan efektivitas Program Bina Pribadi Islami (BPI) dalam membentuk karakter Islami peserta didik di SDIT Al Kamil. Pertama, perlu dilakukan perencanaan dan penyusunan kurikulum yang lebih optimal untuk meningkatkan keberhasilan Program BPI. Kedua, guru-guru SDIT Al Kamil, khususnya guru pembina BPI, agar memaksimalkan waktu yang telah ditentukan untuk program BPI dan mengikuti program BPI guru setiap pekannya. Ketiga, peserta didik diharapkan bisa lebih semangat dan antusias dalam mengikuti Program BPI. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa faktor pendukung dan penghambat implementasi Program BPI dalam membentuk karakter Islami di SDIT Al Kamil sangat berpengaruh. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan faktor pendukung dan mengurangi faktor penghambat tersebut. Salah satu saran yang dapat diberikan adalah dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pihak sekolah, guru, orang tua, dan komite. Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja sama secara sinergis dalam mendukung implementasi Program BPI. Selain itu, penting juga untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap program BPI secara berkala, agar program tersebut dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan.
| File size | 529.73 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
ATIMATIM Dedak padi merupakan limbah penggilingan padi yang kaya minyak sekitar 17–22%, namun kurang dimanfaatkan dan umumnya menghasilkan kadar Free Fatty AcidDedak padi merupakan limbah penggilingan padi yang kaya minyak sekitar 17–22%, namun kurang dimanfaatkan dan umumnya menghasilkan kadar Free Fatty Acid
STAIQSTAIQ Nilai signifikan yang diperoleh dengan kriteria tersebut dapat dipastikan signifikan < (0,05) maka disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapatNilai signifikan yang diperoleh dengan kriteria tersebut dapat dipastikan signifikan < (0,05) maka disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat
STAIQSTAIQ Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program PERKASA berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terkait mental kewirausahaan, pengelolaan keuanganHasil penelitian menunjukkan bahwa Program PERKASA berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terkait mental kewirausahaan, pengelolaan keuangan
STAIQSTAIQ Penentuan harga sewa disesuaikan dengan luas kebun, waktu sewa, dan harga buah sawit pada saat itu. Praktik akad ijarah kebun kelapa sawit dalam pandanganPenentuan harga sewa disesuaikan dengan luas kebun, waktu sewa, dan harga buah sawit pada saat itu. Praktik akad ijarah kebun kelapa sawit dalam pandangan
STAIQSTAIQ Penelitian ini juga menemukan bahwa pembentukan kedisiplinan siswa dipengaruhi oleh faktor internal berupa kesadaran diri, motivasi belajar, dan kondisiPenelitian ini juga menemukan bahwa pembentukan kedisiplinan siswa dipengaruhi oleh faktor internal berupa kesadaran diri, motivasi belajar, dan kondisi
ATIMATIM Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Proses koagulasi–flokulasiLimbah cair industri tahu mengandung bahan organik tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Proses koagulasi–flokulasi
STAIQSTAIQ lokasi, produk, pelayanan, fasilitas/layanan, religiusitas, dan lingkungan budaya. Hambatan utama penggunaan produk Perbankan Syariah adalah kurangnyalokasi, produk, pelayanan, fasilitas/layanan, religiusitas, dan lingkungan budaya. Hambatan utama penggunaan produk Perbankan Syariah adalah kurangnya
ATIMATIM Industri pulp dan kertas merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, salah satunya melalui produksi dissolvingIndustri pulp dan kertas merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, salah satunya melalui produksi dissolving
Useful /
ATIMATIM Teknologi ultrasonik dapat meningkatkan efisiensi pewarnaan dengan mempercepat penetrasi pewarna ke dalam serat kulit. Pada penelitian kali ini dilakukanTeknologi ultrasonik dapat meningkatkan efisiensi pewarnaan dengan mempercepat penetrasi pewarna ke dalam serat kulit. Pada penelitian kali ini dilakukan
ATIMATIM Biofuel sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan, salah satunya bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Kurangnya pemanfaatan limbah sepertiBiofuel sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan, salah satunya bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Kurangnya pemanfaatan limbah seperti
ATIMATIM Permasalahan sampah semakin memburuk tiap tahun akibat pertumbuhan penduduk yang menyebabkan akumulasi sampah dan munculnya emisi LFG (Landfill Gas) sepertiPermasalahan sampah semakin memburuk tiap tahun akibat pertumbuhan penduduk yang menyebabkan akumulasi sampah dan munculnya emisi LFG (Landfill Gas) seperti
ATIMATIM Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari tanah tercemar minyak jelantah serta menguji potensi biodegradasinya dalamPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari tanah tercemar minyak jelantah serta menguji potensi biodegradasinya dalam