ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik tinggi yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan baik. Proses koagulasi–flokulasi merupakan salah satu metode yang umum digunakan dalam pengolahan limbah cair, namun penggunaan koagulan kimia berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu, biji alpukat yang mengandung senyawa tanin diteliti sebagai alternatif koagulan alami yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu maserasi terhadap kandungan tanin biji alpukat serta mengkaji pengaruh jumlah koagulan alami terhadap perubahan pH, kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) pada limbah cair industri tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin tertinggi diperoleh pada waktu maserasi 84 jam sebesar 6,373 mg/L. Penambahan koagulan alami berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan TSS, dengan kondisi optimum diperoleh pada penambahan koagulan 6 mL yang mampu menurunkan COD dan TSS masing-masing menjadi 221 mg/L dan 166 mg/L. Penurunan kekeruhan paling efektif diperoleh pada penambahan koagulan 3 mL dengan nilai kekeruhan sebesar 17,2 NTU, yang menunjukkan efektivitas koagulan alami biji alpukat dalam menurunkan kekeruhan limbah cair tahu dibandingkan kondisi awal.

Berdasarkan kondisi penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa maserasi biji alpukat menghasilkan senyawa tanin, dengan kadar tertinggi diperoleh pada waktu maserasi 84 jam sebesar 6,373 mg/L.Penambahan koagulan alami dari ekstrak biji alpukat berpengaruh terhadap penurunan nilai COD, TSS, dan kekeruhan limbah cair tahu, dengan penurunan COD dan TSS terbaik pada koagulan 6 mL (COD 221 mg/L, TSS 166 mg/L) dan penurunan kekeruhan paling efektif pada koagulan 3 mL (17,2 NTU).Nilai pH meningkat setelah koagulasi, namun belum memenuhi batas minimum baku mutu.Hasil ini menunjukkan ekstrak biji alpukat berpotensi sebagai koagulan alami untuk pengolahan limbah cair tahu.

Penelitian lanjutan dapat menggabungkan ekstrak biji alpukat dengan bahan alami lain untuk meningkatkan efektivitas koagulasi dan mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap parameter kualitas air seperti kandungan logam berat dan mikroorganisme untuk memastikan limbah cair tahu memenuhi baku mutu secara menyeluruh. Penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi biodegradasi atau penambahan bahan adsorben alami untuk mengoptimalkan pengolahan limbah secara berkelanjutan.

  1.  . 0 mdpi.com/1420-3049/25/3/641A 0 mdpi 1420 3049 25 3 641
Read online
File size486.73 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test