ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kima Makassar bertanggung jawab dalam pengolahan air limbah kawasan industri yang dikelola PT. Kima. Tingginya volume limbah yang diolah dengan nilai COD, DO dan pH yang tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan memerlukan alternatif pengolahan yang dapat mengurangi beban kinerja IPAL. Penggunaan koagulan alami dalam proses pengolahan air limbah merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Koagulan alami memiliki sifat yang biodegradable, ramah lingkungan, aman terhadap kesehatan manusia dan ekonomis. Alternatif koagulan alami yang dapat digunakan adalah biji asam jawa dan biji pepaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya terhadap nilai COD, DO dan pH limbah komunal PT. KIMA. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan pH serta peningkatan nilai DO. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis koagulan 1:3, dimana nilai COD sebesar 21.04 mg/L dan nilai DO sebesar 3.84 mg/L. Sedangkan untuk pH, hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan 1 vs 4 dengan pH 7,01. Nilai BOD, DO dan pH ini telah memenuhi baku mutu air berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 69 Tahun 2020 dan kebijakan yang diprasyaratkan oleh PT. KIMA.

Penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya menurunkan COD dan pH serta meningkatkan DO.3 menghasilkan COD 21,04 mg/L dan DO 3,84 mg/L, sementara perlakuan 1 vs 4 mencapai pH 7,01.Nilai tersebut memenuhi standar baku mutu air sesuai regulasi Sulawesi Selatan Nomor 69 Tahun 2020 dan kebijakan PT.

Pertanyaan penelitian pertama: bagaimana pengaruh kombinasi koagulan biji asam jawa dan biji pepaya dengan koagulan konvensional, seperti PAC, terhadap efisiensi penurunan COD dan peningkatan DO pada limbah komunal berukuran besar? Penelitian kedua akan mengkaji efektivitas koagulan alami lain, seperti biji pisang, kelapa sawit, atau ragam tanaman lain, bila dikombinasikan dengan biji asam jawa dan biji pepaya, guna menemukan kombinasi yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ketiga fokus pada dampak jangka panjang di tahap pembuangan lumpur, menilai biodegradabilitas lumpur yang mengandung sisa koagulan alami tersebut serta potensi pencemaran tanah dan air ketika lumpur tersebut diolah atau dibuang di ladang. Ketiga ide tersebut dapat disajikan sebagai studi lapangan dengan metode eksperimental terkontrol, sehingga dapat memberikan data kuantitatif yang dapat dipakai dalam kebijakan pengelolaan limbah komunitas di sektor industri berat dan rumah tangga di Sulawesi Selatan.

  1. Validation of a Modified Procedure for the determination of Chemical Oxygen Demand using standard dichromate... doi.org/10.17485/ijst/v14i29.1412Validation of a Modified Procedure for the determination of Chemical Oxygen Demand using standard dichromate doi 10 17485 ijst v14i29 1412
  2. Efektifitas Biji Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai Biokoagulan dalam Menurunkan Cemaran Limbah Cair... ojs.unm.ac.id/sainsmat/article/view/26169Efektifitas Biji Kelor Moringa oleifera L sebagai Biokoagulan dalam Menurunkan Cemaran Limbah Cair ojs unm ac sainsmat article view 26169
  3. View of A Comparative Analysis of The Effectiveness of Plantain Peels and Papaya Seeds for Wastewater... srcpublishers.com/civil-engineering-research/article/view/5077/5276View of A Comparative Analysis of The Effectiveness of Plantain PeelsAand Papaya Seeds for Wastewater srcpublishers civil engineering research article view 5077 5276
  4. Utilization of carica papaya seeds as natural coagulants for turbidity removal from wastewater | Research... researchsquare.com/article/rs-3176214/v1Utilization of carica papaya seeds as natural coagulants for turbidity removal from wastewater Research researchsquare article rs 3176214 v1
Read online
File size581.67 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test