ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Biofuel sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan, salah satunya bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Kurangnya pemanfaatan limbah seperti ampas tebu dan tongkol jagung harus dimaksimalkan karena kandungan selulosa dan hemiselulosa yang tinggi karena dapat dijadikan bioetanol dengan menggunakan metode hidrolisis asam encer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi massa ampas tebu dan tongkol jagung terhadap kadar bioetanol dengan rasio perbandingan massa 1:1 dan 2:1, mengetahui pengaruh variasi waktu hidrolisis dan waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol.

Kesimpulan yang didapat dari penelitian kali ini adalah produksi bioetanol dari campuran ampas tebu dan tongkol jagung menghasilkan kadar etanol maksimum 5,55% dan glukosa 2,19% pada rasio campuran 2.Meski kandungan metanol tidak terdeteksi, hasil belum memenuhi standar SNI terutama pada kadar etanol dan parameter fisik lain.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa proses ini belum sepenuhnya siap untuk digunakan dalam skala industri tanpa modifikasi lebih lanjut.Meskipun bahan baku seperti tongkol jagung dan ampas tebu mudah didapat, murah, dan berpotensi tinggi sebagai sumber lignoselulosa, efisiensi proses terutama pada tahap pemurnian masih menjadi masalah.Bioetanol yang dihasilkan tidak memenuhi standar SNI dalam beberapa aspek penting, namun metode ini masih menjanjikan sebagai alternatif untuk penggunaan limbah lignoselulosa.Produksi bioetanol dari ampas tebu dan tongkol jagung dapat ditingkatkan dengan pengembangan lebih lanjut pada fase pretreatment, fermentasi, dan pemurnian.Selain itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan analisis parameter mutu secara lengkap untuk memastikan kelayakan produk bioetanol terhadap standar industri yang efektif dan berkelanjutan.

Untuk meningkatkan efisiensi produksi bioetanol dari ampas tebu dan tongkol jagung, disarankan untuk mengoptimalkan kombinasi pretreatment. Pendekatan alkali-enzimatik atau fisik-mekanis diikuti oleh pretreatment kimia atau enzimatik dapat meningkatkan konversi glukosa, mengurangi pembentukan inhibitor, dan mempercepat proses fermentasi. Selain itu, penelitian lanjutan dengan analisis parameter mutu secara lengkap sangat penting untuk memastikan kelayakan produk bioetanol terhadap standar industri yang efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan lebih lanjut pada fase pretreatment, fermentasi, dan pemurnian dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas bioetanol yang dihasilkan, sehingga dapat memenuhi standar industri dan menjadi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan.

  1. Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap Karakteristik Fisika, Kimia dan Aktivitas Antioksidan Teh Kombucha... journal.trunojoyo.ac.id/rekayasa/article/view/16977Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap Karakteristik Fisika Kimia dan Aktivitas Antioksidan Teh Kombucha journal trunojoyo ac rekayasa article view 16977
  2. Bioethanol Dari Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Melalui Metode Hidrolisa Dan Fermentasi... jurnalftijayabaya.ac.id/index.php/JTek/article/view/35Bioethanol Dari Limbah Kulit Singkong Manihot Esculenta Crantz Melalui Metode Hidrolisa Dan Fermentasi jurnalftijayabaya ac index php JTek article view 35
  3. CHEESA : Chemical Engineering Research Articles. optimization ulva sp h2so4 microwave assisted hydrolysis... doi.org/10.25273/cheesa.v6i1.14682.13-25CHEESA Chemical Engineering Research Articles optimization ulva sp h2so4 microwave assisted hydrolysis doi 10 25273 cheesa v6i1 14682 13 25
Read online
File size465.9 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test