ATIMATIM
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALPenelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penambahan kalium klorida (KCl) dalam proses ekstraksi karagenan dari rumput laut Eucheuma cottonii untuk meningkatkan viskositas dan kekuatan gel karagenan. Penambahan KCl digunakan untuk memperkuat jaringan gel polisakarida, yang mempengaruhi kualitas karagenan dalam berbagai aplikasi industri. Pada penelitian ini, rumput laut Eucheuma cottonii diperlakukan dengan variasi konsentrasi KCl (4%, 6%, dan 8%) dalam larutan alkali yang terdiri dari NaOH, KCl, dan air. Proses perendaman dilakukan pada suhu 65°C selama 2 jam, diikuti dengan pengeringan dan penghancuran sampel untuk kemudian dianalisis viskositas dan kekuatan gelnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan KCl 4% menghasilkan viskositas rata-rata 844,6 cP, sementara KCl 6% dan 8% menghasilkan viskositas yang lebih rendah, masing-masing 789,6 cP dan 623,6 cP. Untuk kekuatan gel, penambahan KCl 4% menghasilkan kekuatan rata-rata 311,08 g/cm², sementara pada KCl 6% dan 8%, kekuatan gel meningkat menjadi 479,3 g/cm² dan 530,5 g/cm², secara berturut-turut. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan KCl 8% terbukti optimal dalam meningkatkan kualitas karagenan, dengan viskositas 623,6 cP dan kekuatan gel 141,3 g/cm². Penelitian ini menyimpulkan bahwa KCl memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas karagenan yang diekstrak dari Eucheuma cottonii.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan KCl pada proses perendaman atau maserasi rumput laut Eucheuma cottonii secara signifikan memengaruhi kualitas karagenan yang dihasilkan.Variasi konsentrasi KCl menghasilkan karakteristik yang berbeda pada produk akhir, mengindikasikan bahwa jumlah KCl yang ditambahkan karagenan.Berdasarkan penelitian ini, konsentrasi KCl optimal untuk perendaman/maserasi adalah 8%, di mana pada kondisi ini viskositas karagenan mencapai 623,6 cP dan kekuatan gel mencapai 141,3 g/cm².
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki interaksi antara konsentrasi KCl dan variasi suhu perendaman (misalnya 50 °C, 65 °C, dan 80 °C) untuk menentukan kombinasi parameter yang dapat meningkatkan simultan viskositas dan kekuatan gel karagenan, sehingga memberikan panduan optimal bagi proses industri. Selain itu, studi lanjutan dapat mengevaluasi pengaruh penambahan garam lain atau kombinasi KCl dengan zat pengendap seperti isopropil alkohol terhadap sifat reologi karagenan, dengan tujuan menemukan formulasi yang memperbaiki kedua sifat sekaligus mengurangi kebutuhan konsentrasi KCl yang tinggi. Selanjutnya, penelitian dapat memperluas sumber bahan baku dengan membandingkan efek KCl pada ekstraksi karagenan dari spesies Eucheuma yang berbeda atau dari wilayah geografis lain, untuk menilai apakah variasi biologis memodulasi respons terhadap KCl dan menghasilkan produk dengan karakteristik yang lebih konsisten pada skala produksi massal. Hasil dari keempat studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif untuk optimasi proses ekstraksi karagenan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan aplikatif pada berbagai industri.
| File size | 496.88 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
ATIMATIM Metode yang digunakan adalah kehilangan massa (weight loss method) dengan interval pengamatan 24, 48, dan 72 jam. Sampel plat seng berukuran 5 × 3 ×Metode yang digunakan adalah kehilangan massa (weight loss method) dengan interval pengamatan 24, 48, dan 72 jam. Sampel plat seng berukuran 5 × 3 ×
PNUPPNUP Sehubungan dengan hal itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pekerjaan fondasi yang aman dan efisien dengan membandingkan fondasi tiangSehubungan dengan hal itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pekerjaan fondasi yang aman dan efisien dengan membandingkan fondasi tiang
PNUPPNUP Beton dengan aditif berbasis polimer mencapai kekuatan tekan 185 kg/cm² pada umur 1 hari, 508 kg/cm² pada 7 hari, 533 kg/cm² pada 14 hari, dan 550 kg/cm²Beton dengan aditif berbasis polimer mencapai kekuatan tekan 185 kg/cm² pada umur 1 hari, 508 kg/cm² pada 7 hari, 533 kg/cm² pada 14 hari, dan 550 kg/cm²
UNUBLITARUNUBLITAR Penelitian ini menunjukkan bahwa suhu dan waktu reaksi mempengaruhi ekstraksi dolomit, yang mengikuti model Arrhenius, sehingga memberikan wawasan mengenaiPenelitian ini menunjukkan bahwa suhu dan waktu reaksi mempengaruhi ekstraksi dolomit, yang mengikuti model Arrhenius, sehingga memberikan wawasan mengenai
ATIMATIM Briket menghasilkan salah satu teknologi konversi limbah biomassa menjadi energi padat, dengan menggunakan berbagai material seperti limbah pertanian danBriket menghasilkan salah satu teknologi konversi limbah biomassa menjadi energi padat, dengan menggunakan berbagai material seperti limbah pertanian dan
UYPUYP Hasil ini menunjukkan bahwa substitusi tepung agar Gracilaria sp. mampu meningkatkan karakteristik fisik, kimia dan sensori beras analog. Konsentrasi terbaikHasil ini menunjukkan bahwa substitusi tepung agar Gracilaria sp. mampu meningkatkan karakteristik fisik, kimia dan sensori beras analog. Konsentrasi terbaik
ATIMATIM Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kima Makassar bertanggung jawab dalam pengolahan air limbah kawasan industri yang dikelola PT. Kima. TingginyaInstalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kima Makassar bertanggung jawab dalam pengolahan air limbah kawasan industri yang dikelola PT. Kima. Tingginya
UMBUMB Sebaliknya ketika komunikasi sudah selesai dan adanya barang bukti berupa smartphone maka metode yang tepat adalah menggunakan metoda live memory smartphoneSebaliknya ketika komunikasi sudah selesai dan adanya barang bukti berupa smartphone maka metode yang tepat adalah menggunakan metoda live memory smartphone
Useful /
JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA Kesimpulannya, media sosial berperan besar sebagai katalis perubahan sosial, namun penggunaannya memerlukan tanggung jawab. Media sosial berperan sebagaiKesimpulannya, media sosial berperan besar sebagai katalis perubahan sosial, namun penggunaannya memerlukan tanggung jawab. Media sosial berperan sebagai
UYPUYP A completely randomized design with one factor and three replicates was used. Responses measured included betalain content, pH, droplet size, color coordinatesA completely randomized design with one factor and three replicates was used. Responses measured included betalain content, pH, droplet size, color coordinates
ATIMATIM Nilai tersebut tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan PerlindunganNilai tersebut tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan
ATIMATIM Oleh karena itu untuk mengurangi produk impor, maka perlu dilakukan upaya pemanfaatan bahan pangan lokal seperti tepung sagu yang dapat menggantikan peranOleh karena itu untuk mengurangi produk impor, maka perlu dilakukan upaya pemanfaatan bahan pangan lokal seperti tepung sagu yang dapat menggantikan peran