UNPATTIUNPATTI

BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan TerapanBIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan

Latar Belakang: Nira aren (Arenga pinnata) sangat digemari oleh masyarakat karena dapat dikonsumsi secara langsung dan diolah untuk kebutuhan pangan. Yang sangat khas adalah nira aren (A. pinnata) ini dapat mengalami fermentasi karena kandungan gula yang cukup tinggi dan kehadiran ragi di dalamnya. Oleh sebab itu, penelitian ini mengkaji hubungan lama fermentasi nira aren (A. pinnata) dengan kehadiran mikroba dan kelimpahannya serta kualitas organoleptik tuak.. Metode: Penelitian dilakukan pada tanggal 2-5 Juni 2011 di Laboratorium Biologi Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura.. Hasil: Kelimpahan ragi lebih banyak terdapat pada awal fermentasi 0 - 5 jam yang berjumlah 27,1 x 106 – 48,8 x 106, sedangkan jumlah bakteri lebih banyak dari ragi pada waktu fermentasi 10 jam yaitu 21,0 x 106, dan setelah 15 jam, jumlah kelimpahan ragi dan bakteri semakin berkurang karena mengalami suksesi dengan jumlah ragi 12,8 x 106 dan jumlah bakteri 12,3 x 106.. Kesimpulan: Hasil uji kualitas organoleptik tuak, pada indikator warna tidak mengalami perubahan sedangkan indikator rasa yang terbaik terdapat pada waktu fermentasi 0 jam, dan indikator aroma yang terbaik pada waktu fermentasi 15 jam.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelimpahan ragi lebih tinggi pada awal fermentasi (0-5 jam), sementara bakteri lebih dominan pada fermentasi 10 jam.Kualitas organoleptik tuak menunjukkan bahwa warna tidak berubah selama fermentasi, rasa terbaik ditemukan pada fermentasi 0 jam, dan aroma terbaik pada fermentasi 15 jam.Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengidentifikasi jenis mikroba pada nira aren.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan identifikasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis mikroba spesifik yang berperan dalam proses fermentasi nira aren, termasuk peran bakteri asam laktat dan jenis ragi yang dominan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh variasi sumber nira aren (misalnya dari pohon aren yang berbeda usia atau lokasi geografis) terhadap komposisi mikroba dan kualitas tuak yang dihasilkan. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai optimasi kondisi fermentasi, seperti suhu, pH, dan penambahan nutrisi tertentu, dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi fermentasi dan menghasilkan tuak dengan karakteristik rasa dan aroma yang lebih baik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang proses fermentasi tuak dan membuka peluang untuk pengembangan produk tuak yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan.

Read online
File size495.64 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test