UNSULBARUNSULBAR
Seminar Nasional Peternakan, Kelautan, dan PerikananSeminar Nasional Peternakan, Kelautan, dan PerikananImplementasi manajemen kesehatan pada usaha peternakan sangat menunjang produktivitas. Perlu pemahaman yang baik dari pelaku usaha dalam hal ini peternak untuk menyukseskan penerapan manajemen kesehatan. Tingkat pemahaman tersebut dapat diukur melalui persepsi peternak mengenai sanitasi maupun vaksinasi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi persepsi peternak terhadap sanitasi dan vaksinasi pada usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Wonomulyo. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Variabel yang dianalisis yaitu: persepsi, sanitasi, dan vaksinasi. Lokasi penelitian yaitu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan penarikan jumlah sampel melalui rumus Slovin sehingga diperolah jumlah sampel sebanyak 84 peternak. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan tabulasi. Data diukur menggunakan skala Likert kemudian dianalisis dengan metode persentase yang menjelaskan skala persepsi peternak. Hasil penelitian menunjukkan persepsi peternak mengenai sanitasi dengan persentase sebesar 68,33 %. Variabel vaksinasi mendapatkan rataan persentase sebesar 70,43 %. Indikator persepsi peternak dengan skor paling tinggi yaitu sanitasi kandang yang dilakukan untuk menghindari penyebaran bibit penyakit dan parasit. Vaksinasi dan pemberian vitamin terhadap ternak terus dilakukan untuk meningkatkan imunitas dan mencegah penularan penyakit. Kesimpulan penelitian ini bahwa persesi peternak terhadap sanitasi dan vaksinasi berada dalam kategori setuju.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi peternak terhadap sanitasi dan vaksinasi dalam usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Wonomulyo berada dalam kategori setuju.Hal ini menunjukkan bahwa peternak memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya sanitasi kandang untuk mencegah penyebaran penyakit dan vaksinasi untuk meningkatkan imunitas ternak.Penerapan sanitasi dan vaksinasi secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberhasilan usaha peternakan sapi potong di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi peternak terhadap sanitasi dan vaksinasi, seperti tingkat pendidikan, pengalaman beternak, dan akses terhadap informasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas berbagai metode sanitasi kandang dan jenis vaksin yang paling sesuai dengan kondisi lokal di Kecamatan Wonomulyo. Ketiga, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara penerapan sanitasi dan vaksinasi dengan kinerja produksi sapi potong, termasuk pertumbuhan berat badan, tingkat reproduksi, dan angka kematian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi pengembangan sektor peternakan sapi potong yang berkelanjutan di wilayah tersebut, serta meningkatkan kesejahteraan peternak melalui peningkatan produktivitas dan kualitas ternak. Dengan memahami lebih baik persepsi dan praktik peternak, serta efektivitas berbagai intervensi, diharapkan dapat dirumuskan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran dan berdampak positif bagi masyarakat.
- Exploring Attitudes and Beliefs towards Implementing Cattle Disease Prevention and Control Measures:... doi.org/10.3390/ani6100061Exploring Attitudes and Beliefs towards Implementing Cattle Disease Prevention and Control Measures doi 10 3390 ani6100061
- DOI Name 10.46918 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 31z crossref email support... doi.org/10.46918DOI Name 10 46918 Values doi name values index type timestamp data hs serv 31z crossref email support doi 10 46918
- PERSEPSI PETERNAK SAPI MADURA TERHADAP PEMELIHARAAN SAPI SONOK DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN... doi.org/10.53712/maduranch.v7i1.1413PERSEPSI PETERNAK SAPI MADURA TERHADAP PEMELIHARAAN SAPI SONOK DI KECAMATAN WARU KABUPATEN PAMEKASAN doi 10 53712 maduranch v7i1 1413
| File size | 487.14 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
OPENCOMSERVOPENCOMSERV Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja perempuan mengenai kesehatan reproduksi melalui pendidikan kesehatanTujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja perempuan mengenai kesehatan reproduksi melalui pendidikan kesehatan
UBUB Produksi padi di Desa Ardimulyo dipengaruhi secara signifikan oleh luas lahan, jumlah pupuk phonska, dan jumlah pestisida. Tingkat efisiensi teknis usahataniProduksi padi di Desa Ardimulyo dipengaruhi secara signifikan oleh luas lahan, jumlah pupuk phonska, dan jumlah pestisida. Tingkat efisiensi teknis usahatani
LLDIKTI12LLDIKTI12 Integrasi dengan pendekatan copula, khususnya copula t dan copula Clayton, terbukti efektif dalam menangkap ketergantungan non-linear antar return saham.Integrasi dengan pendekatan copula, khususnya copula t dan copula Clayton, terbukti efektif dalam menangkap ketergantungan non-linear antar return saham.
SARI MUTIARASARI MUTIARA Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi, 93% responden belum memahami keuangan dan wirausaha, sedangkan 7% lainnya memiliki usaha kecil. SetelahHasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum sosialisasi, 93% responden belum memahami keuangan dan wirausaha, sedangkan 7% lainnya memiliki usaha kecil. Setelah
UNJAYAUNJAYA Sistem pakar dengan penalaran maju (forward chaining) diperlukan untuk mengurangi ketergantungan peternak pada PPL terkait minimnya pengetahuan tentangSistem pakar dengan penalaran maju (forward chaining) diperlukan untuk mengurangi ketergantungan peternak pada PPL terkait minimnya pengetahuan tentang
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Latar belakang: Hasil pencarian masyarakat sebagai nelayan di Kampung Nelayan Bestari yaitu ikan hasil tangkapan seperti ikan tuna, ikan tongkol, dan ikanLatar belakang: Hasil pencarian masyarakat sebagai nelayan di Kampung Nelayan Bestari yaitu ikan hasil tangkapan seperti ikan tuna, ikan tongkol, dan ikan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Karakteristik pelayanan kebidanan dapat dimodifikasi dari berbagai pendekatan yang dianut. Pendekatan yang bersifat pelayanan standar minimal yang mengacuKarakteristik pelayanan kebidanan dapat dimodifikasi dari berbagai pendekatan yang dianut. Pendekatan yang bersifat pelayanan standar minimal yang mengacu
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Setelah dilakukan 4 kali pertemuan fisioterapi, hasil yang didapatkan cukup signifikan dalam penurunan rasa nyeri gerak, peningkatan kekuatan lingkup gerakSetelah dilakukan 4 kali pertemuan fisioterapi, hasil yang didapatkan cukup signifikan dalam penurunan rasa nyeri gerak, peningkatan kekuatan lingkup gerak
Useful /
UNSULBARUNSULBAR Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan ternak kerbau yang dilakukan peternak masih sangat tradisional yang dilakukan secara ekstensif dimana ternakHasil Penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan ternak kerbau yang dilakukan peternak masih sangat tradisional yang dilakukan secara ekstensif dimana ternak
UNSULBARUNSULBAR Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif yang telah dikumpulkan akan dianlisis dengan analisiAnalisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Data kuantitatif yang telah dikumpulkan akan dianlisis dengan analisi
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Kegiatan bina wilayah ini telah meningkatkan pemberdayaan masyarakat Kesunean, khususnya pada lanjut usia, dengan adanya kemampuan dalam meningkatkan kemandirianKegiatan bina wilayah ini telah meningkatkan pemberdayaan masyarakat Kesunean, khususnya pada lanjut usia, dengan adanya kemampuan dalam meningkatkan kemandirian
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Masyarakat Indonesia umumnya menggosok gigi setiap hari pada waktu mandi pagi dan sore hari sebesar 90,7%, sedangkan masyarakat yang menggosok gigi setiapMasyarakat Indonesia umumnya menggosok gigi setiap hari pada waktu mandi pagi dan sore hari sebesar 90,7%, sedangkan masyarakat yang menggosok gigi setiap