UNSULBARUNSULBAR

Seminar Nasional Peternakan, Kelautan, dan PerikananSeminar Nasional Peternakan, Kelautan, dan Perikanan

Wafer pakan ternak berbasis limbah jagung dengan lama penyimpanan hingga 8 minggu merupakan penyajian pakan ternak dengan inovasi teknologi pengolahan pakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas nutrisi limbah tanaman jagung secara keseluruhan sebagai pakan ternak sumber serat dan sumber energi sehingga diharapkan dapat meningkatkan palatabilitas limbah tanaman jagung dan produktivitas ternak ruminansia dalam memenuhi ketersediaan pakan sepanjang tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kualitas nutrisi wafer pakan ternak dengan lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri lima perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yaitu lama penyimpanan wafer pakan ternak 0, 2, 4, 6, dan 8 minggu. Variabel yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan wafer pakan ternak dengan lama penyimpanan yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap kadar air dan kadar abu dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wafer pakan ternak berbasis limbah jagung dapat disimpan sampai 8 minggu, berdasarkan kadar air, kadar abu dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa wafer pakan komplit berbasis limbah jagung dapat disimpan sampai 8 minggu berdasarkan kadar air, kadar abu, dan bahan organiknya.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penyimpanan wafer pakan berbasis limbah jagung selama lebih dari delapan minggu terhadap kadar air, kadar abu, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen serta stabilitas nutrisi secara keseluruhan, untuk menentukan batas maksimum masa simpan yang masih dapat diterima. Selanjutnya, penting untuk mengevaluasi apakah penambahan bahan pengawet alami, seperti ekstrak tumbuhan antimikroba, dapat memperpanjang masa simpan wafer pakan tanpa menurunkan nilai gizi dan meningkatkan keamanan mikrobiologis produk. Selain itu, variasi proporsi bahan baku, misalnya peningkatan persentase dedak halus atau ampah tahu, perlu diteliti untuk melihat dampaknya terhadap kualitas nutrisi dan daya serap bahan organik wafer pakan pada berbagai periode penyimpanan. Penelitian juga dapat memperluas analisis dengan menguji dampak konsumsi wafer pakan tersebut terhadap pertumbuhan dan produktivitas ternak ruminansia dalam jangka panjang, sehingga memberikan gambaran praktis bagi peternak. Akhirnya, studi komparatif antara metode pengeringan tradisional (matahari) dan pengeringan mekanis (oven) pada wafer pakan dapat memberikan insight tentang efisiensi energi serta pengaruhnya terhadap kualitas akhir pakan.

  1. Potensi Limbah Jagung Hibrida (Zea mays L) sebagai Pakan Ternak di Daerah Dataran Kering Provinsi Nusa... journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalintp/article/view/35659Potensi Limbah Jagung Hibrida Zea mays L sebagai Pakan Ternak di Daerah Dataran Kering Provinsi Nusa journal ipb ac index php jurnalintp article view 35659
Read online
File size376.71 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test